"ISC dijalankan dengan format ISL (Liga Super Indonesia), pesertanya pun klub-klub ISL. Kita merencanakan ISC dapat mulai di akhir Maret dan selesai di bulan November. Mudah-mudahan lancar, ini bisa jadi terobosan jangka pendek yang temporer agar sepak bola Indonesia tetap hidup.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini Joko belum mau membeberkan nama perusahaan dan siapa saja orang yang ada di dalamnya, termasuk juga mekanisme pemilihan peserta kompetisi. Ia meminta agar publik sepak bola bersabar dan senantiasa memberikan waktu kepada PT Liga untuk menyelesaikan persiapan dalam dua minggu ke depan.
Klub Dapat Untung dari Kompetisi
Joko pun menjelaskan perusahaan baru penyelenggara ISC bukan semata-mata hanya untuk menyukseskan perizinan yang selama ini menjadi kendala PT Liga untuk menggelar kompetisi.
Lewat perusahaan baru, klub bisa berharap Penyelenggara nantinya dapat memaksimalkan pendapatan yang didapat di ISC.
"Liga Indonesia ini di desain awalnya memang untuk menjalankan kompetisinya PSSI. Saat ini bukan jadi kompetisi PSSI, maka terobosannya adalah perusahaan baru yang dimiliki 100% oleh klub peserta,” katanya.
"Lalu saat semua (kisruh sepak bola Indonesia) selesai, badai ini berlalu, federasi (PSSI) normal, tekad dari teman-teman klub perusahaan baru ini diakuisisi sempurna oleh PT Liga."
Sepak bola Indonesia semakin terpuruk sejak FIFA memberikan sanksi kepada Indonesia usai Menpora Imam Nahrawi membekukan induk olahraga PSSI. Akibatnya, Indonesia tak bisa tampil di segala ajang internasional dan kompetisi dalam negeri pun mati suri.
"Dengan ini industri sepak bola Indonesia dan football development dapat terproteksi. Kita seperti menyiapkan bekal,” tutur Joko. (ptr)