Dengan begitu, pebalap Indonesia tersebut bisa mengharumkan nama negaranya. Bahkan jika bisa, menurut Imam, Ali sudah mampu menjadi "Local Hero" saat Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP 2017.
“Ali ini sama dengan Rio Haryanto yang akan maju ke Formula 1, ia memiliki potensi besar menjadi pebalap MotoGP," kata Menpora saat didampingi Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Djoko Pekik Irianto, menerima rider muda nasional Ali Adrian, berdasarkan rilis resmi Kemenpora.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menpora menegaskan, pemerintah tetap mendukung dan mendukung para pemudanya untuk meraih prestasi gemilang di kancah olahraga dunia.
"Pemuda kita ini sangat bertalenta Pak Menteri dan semoga bisa selaras dengan program Pak Menteri tentang penyelenggaraan Moto GP di Indonesia, sebagai salah satu pebalap nasional," ujar Jeffrey, membuka audiensi dengan Menpora.
Pada 2015 lalu Ali sempat naik podium di beberapa seri Championship di Spanyol bersama manajernya, David Garcia. "David waktu itu sempat juga menghadap dengan Pak Menteri. Beliau adalah pemilik tiga sirkuit di Spanyol dan enam tahun berturut-turut menjadi sirkuit terbaik di dunia," tutur Ali.
Ali diberikan tawaran untuk bergabung dalam tim Spanyol Stop and Go Racing, demi masuk di gelaran bergengsi balap motor Moto2, setingkat di bawah MotoGP dengan membawa sponsor dan dukungan dana.
"Kendala saya dari dulu sama terus pak, yakni pendanaan. Untuk masuk melaju ke Moto2 harus ada sponsor dengan dana 2,5 juta dolar AS (setara dengan Rp 36 miliar)," ucapnya kepada Menpora. (bac)