Nil mengatakan kartu merah yang didapat Hyun-koo pada menit ke-52 membuat Semen Padang harus lebih banyak bertahan di sepanjang babak kedua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Normal babak kedua kami ditekan. Dua pemain hilang sehingga kami tidak punya stok pemain lagi. Ini bukan alasan, tapi anak-anak sudah berjuang maksimal," sambungnya.
"Kami minta maaf. Mereka berusaha memenuhi GBK dan terbukti. Mudah-mudahan mereka bisa menerima dengan kesabaran dan tidak lelah medukung Semen Padang," tegas Nil.
Habis Kontrak
Nil mengaku belum mengetahui bagaimana masa depannya bersama Semen Padang. Terlebih seluruh pemain Semen Padang kontraknya berakhir dengan tim Kabau Sirah bersamaan dengan berakhirnya PJS 2015.
"Pemain Semen Padang habis kontraknya hari ini semua. Jadi ke depannya belum ada arahan dari manajemen, bagaimana ke depannya akan kami diskusikan dulu," ucap Nil.
"Saya ingin kompetisi yg bergulir secara sistematis, terprogram dan terukur. Kalau turnamen hanya melepas dahaga. Pemain harus punya kontrak yang lurus dan tahu arah mau ke mana," lanjut mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut. (har)