Pangeran Ali mengajukan permintaan ke CAS setelah Komisi Pemilihan FIFA menolak keinginannya agar KLB FIFA ditunda. Pemunduran jadwal itu dilakukan terkait desakan pangeran Yordania itu agar bilik pemungutan suara dibuat transparan.
Dengan demikian, diharapkan desain transparan bilik suara itu bisa mencegah politik uang pada pemilihan Presiden FIFA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, ia mencurigai bahwa gambar tersebut bakal dijadikan modus politik uang dalam pemilihan Presiden FIFA. Biasanya, setiap pemilih akan menyerahkan bukti gambar pilihannya untuk mendapatkan uang dari salah satu kandidat.
"Sekarang tergantung kepada para voter apakah akan mematuhi larangan membawa kamera atau telepon genggam berkamera di bilik suara."
Selain Pangeran Ali, ada empat kandidat lainnya yang akan bertarung memperebutkan kursi Presiden FIFA periode 2016-2020. Mereka adalah pengusaha Afrika Selatan, Tokyo Sexwale, Presiden AFC, Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, mantan wakil Sekjen FIFA, Jerome Champagne, dan Sekjen UEFA, Gianni Infantino.
"Saya menanti pemilihan pada Jumat (26/2) nanti dan tetap berkomitmen untuk melakukan reformasi di FIFA," ujar Pangeran Ali. (bac)