Head to Head Jadi Bagian Kriteria untuk Atlet Olimpiade
Arby Rahmat | CNN Indonesia
Rabu, 02 Mar 2016 16:35 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) punya kriteria utama dalam menentukan pebulutangkis yang akan dikirim ke Olimpiade Musim Panas di Brasil pada Agustus mendatang.
Wasekjen PP PBSI Achmad Budiharto mengatakan di antara kriteria utama itu adalah statistik tatap muka atau head-to-head dengan calon lawan.
"Pertama, putusan mengirimkan atlet bulu tangkis Indonesia ke Olimpiade mandatory-nya ada di PBSI. Kemudian kami lihat dari ranking, lalu penampilan head-to-head mereka dengan lawannya, yang terakhir adalah performa terakhir mereka," kata Budi di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Rabu (2/3).
Untuk tampil di Olimpiade, kata Achmad, para atlet harus mengumpulkan poin sebanyak mungkin untuk menentukan peringkat dunia. Perhitungan poin itu dimulai dari awal Mei 2015 sampai awal Mei 2016.
Untuk nomor tunggal, para atlet harus masuk ke dalam peringkat 16 besar dunia untuk dapat berpartisipasi di Olimpiade. Sementara untuk nomor ganda, para atlet harus tembus 8 besar dunia.
Masing-masing negara mendapat kuota maksimal dua atlet untuk nomor tunggal dan dua pasang atlet untuk nomor ganda.
"Ranking acuan kita (PBSI) untuk menentukan. Kalau rankingnya berdekatan, kita lihat head-to-head mereka yang diperkirakan untuk berpotensi dapat medali. Yang terakhir adalah akan kami adu para atlet itu," ucap Budi.
"Ikut Olimpiade spiritnya bukan hanya untuk partisipasi tapi dapat medali, karena negara membutuhkan itu. Pemerintah menyatakan Indonesia harus masuk 30 besar dunia, itu menjadi tantangan bagi PBSI. Kita juga menghargai usaha dari para atlet." (kid)
Wasekjen PP PBSI Achmad Budiharto mengatakan di antara kriteria utama itu adalah statistik tatap muka atau head-to-head dengan calon lawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk nomor tunggal, para atlet harus masuk ke dalam peringkat 16 besar dunia untuk dapat berpartisipasi di Olimpiade. Sementara untuk nomor ganda, para atlet harus tembus 8 besar dunia.
"Ranking acuan kita (PBSI) untuk menentukan. Kalau rankingnya berdekatan, kita lihat head-to-head mereka yang diperkirakan untuk berpotensi dapat medali. Yang terakhir adalah akan kami adu para atlet itu," ucap Budi.
"Ikut Olimpiade spiritnya bukan hanya untuk partisipasi tapi dapat medali, karena negara membutuhkan itu. Pemerintah menyatakan Indonesia harus masuk 30 besar dunia, itu menjadi tantangan bagi PBSI. Kita juga menghargai usaha dari para atlet." (kid)