Karena mengatakan aksi perkawinan sesama jenis lebih rendah dari binatang, petinju yang dijuluki PacMan itu diputus kontrak oleh Nike, diusir dari pusat perbelanjaan paling populer di Los Angeles, Amerika Serikat, dan juga mengalami penurunan popularitas di negaranya sendiri, Filipina.
Namun berbagai hal itu seolah menguap ketika Pacquiao menjalani laga melawan Timothy Bradley Jr. di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Sabtu (9/4) malam waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para penonton pun terus menyemangatinya dan berharap Pacquiao sekali lagi menambah catatan KO dalam kariernya. Dalam karier profesionalnya, Pacquiao bertanding 66 kali dengan 58 kali menang (38 di antaranya KO), enam kali kalah, dan dua imbang.
Namun sayangnya Pacquiao tak bisa memenuhi harapan penggemarnya tersebut. Meski sempat dua kali membuat sarung tinju Bradley Jr. menyentuh kanvas, Pacquaio "hanya" menang angka mutlak dari petinju asal California, Amerika Serikat, itu.
Ketiga juri sama-sama memberikan angka 116-110 kepada Pacquiao.
Seusai pertandingan, Pacquiao mengatakan bahwa ia telah berusaha keras untuk menang KO.
"Saya memberikan yang terbaik, dan berusaha menang KO di setiap ronde," kata Pacquiau seperti dikutip dari ABS CBN.
"Tapi Bradley adalah petinju yang baik dalam menyerang balik. Ia sudah berbeda dari saat tampil di dua pertarungan sebelumnya. Sangat sukar untuk mengenaninya." (vws)