Pengakuan tersebut diungkapkan pria yang juga pernah menjabat sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Amerika (Concacaf) di depan sidang federal Amerika Serikat di Broklyn, Senin (12/4) waktu setempat.
Hawit sebelumnya ikut ditahan bersama beberapa pejabat FIFA lainnya oleh kepolisian Swiss bersama badan infestigasi federal Amerika Serikat (FBI) di Zurich, akhir Desember lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hawit mengakui pula tindakan penipuan yang dituduhkan kepadanya, serta upaya membelokkan pengadilan terkait dugaan korupsi dan suap.
Di antara kasus suap tersebut adalah upayanya memuluskan pertandingan di turnamen besar seperti Concacaf Gold Cup dan Liga Champions. Itu termasuk pula suap untuk memudahkan timnas Honduras di kualifikasi Piala Dunia 2014, 2018, dan 2022.
Hawit pun kemungkinan akan divonis hukuman 20 tahun penjara untuk setiap kasus yang didakwakan kepadanya.
Ia juga setuju untuk menembalikan uang hasil suap senilai 950 ribu dolar Amerika Serikat ke FIFA. (bac)