Meski bakal menghadapi lawan yang memiliki produktivitas gol tinggi, Sturridge justru mencoba membandingkan ketegangan dan antusiasme ini seperti bermain game sepak bola di Playstation.
“Ini seperti Anda bermain di final FIFA (playstation) dan Anda bermain melawan teman sendiri. Kemudian Anda bertaruh 20 poundsterling, lalu 100 poundsterling,” ujarnya seperti dikutip dari situs resmi Liverpool.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sturridge mengatakan, jangan sampai keadaan grogi mengganggu apa yang terbaik di laga nanti.”
Pada leg pertama lalu, striker berusia 26 tahun tersebut tak diturunkan Klopp sebagai starting eleven karena belum 100 persen fit usai mengalami cedera. Ia digantikan Divock Origi yang kemudian mencetak gol bagi Liverpool dan laga berakhir dengan skor 1-1.
Kendati persoalan cedera yang membebatnya, ia sudah mengemas 48 gol selama 84 kali penampilannya di Liverpool. “Itulah standar yang saya tetapkan, mungkin sedikit lebih dari itu. Saya berharap bisa melanjutkannya lagi,” tutur Sturridge.
“Saya tahu bisa tampil jauh lebih baik lagi dibandingkan saat ini, tapi dengan kebugaran dan terus tampil 90 menit.”
Sturridge sendiri mengakui tak mudah mencetak gol di setiap pertandingan. “Jadi saya tak benar-benar menetapkan standar tinggi, meski saya pikir lebih baik mencetak satu dari dua,” ungkapnya. (bac)