Strategi ini berbeda dengan rekan setimnya, Pascal Wehrlein. Semula kedua pebalap memang menggunakan ban medium di pitstop terakhir, tapi Wehrlein kemudian ditarik kembali untuk mengganti ban menjadi kompon super-lunak.
Menurut Ryan, keputusan itu adalah karena tim memperkirakan Wehrlein punya peluang mengakhiri balapan di posisi lebih tinggi lagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selisihnya turun dari 10 detik ke 3,08 detik. Pada akhirnya itu tidak cukup, tapi merupakan perasaan yang bagus bisa terus membalap hingga ke finis."
Pada akhirnya Rio menyelesaikan balapan di posisi ke-21, unggul Palmer. Sementara itu Wehrlein mendapatkan posisi lebih baik yaitu ke-18, unggul dari Romain Grosjean (Haas Racing) dan Felipe Nasr (Sauber).
Di putaran-putaran awal balapan yang penuh insiden tersebut, Wehrlein dan Rio sebenarnya sempat menembus 10 besar, dengan Rio di posisi ke delapan dan Wehrlein keempat. Tapi mereka kemudian tercecer kembali ke posisi-posisi akhir terutama karena perbedaan kekuatan mesin dengan tim lainnya.
Ryang menyatakan bahwa hasil kedua pebalapnya sangat baik, dan lebih bagus dari kemarin.
"Meski demikian, kami harus lebih baik lagi dan mencari akar permasalahan yang menghalangi mobil kami." (vws)