Hasil imbang Chelsea dengan Tottenham membawa andil besar bagi Leicester City mengangkat trofi Liga Primer Inggris musim ini. Hasil tersebut dipastikan, The Foxes tak bisa dikejar lagi oleh pesaing terdekatnya, Spurs yang memiliki jarak tujuh poin di antara kedua tim.
"Beberapa menit setelah pertandingan, saya ditelepon Ranieri," beber Hiddink kepada BBC Sport.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan pelatih sementara Chelsea itu pun tepat. Hazard menjadi penyelamat timnya dari kekalahan di kandang melalui gol yang ia lesakkan pada menit ke-83 setelah Garry Cahill memperkecil kekalahan lewat gol menit ke-58.
Fan Leicester dan Chelsea pun merayakan dua sukses yang berbeda itu di Stamford Bridge dengan warna jersey yang sama: biru.
Suporter Chelsea merayakan bertambahnya rekor tak terkalahkan mereka pada derby London di Stamford Bridge. Sementara fan Leicester tampak histeris merayakan juara bagi timnya untuk kali pertama di Liga Primer Inggris.
Hiddink pun menilai wajar jika Leicester juara, atas performa luar biasa yang sudah ditampilkan skuat The Foxes. "Mungkin bukan kejutan lagi, tapi tetap menjadi kejutan bagi klub-klub mapan terhadap apa yang mereka lakukan," ucapnya.
"Mereka tidak meledak-ledak. Tak ada tensi ketika mereka mulai mencium aroma juara. Untuk itu mereka layak memenangkan gelar juara." (bac)