“Pertama-tama saya menyampaikan selamat kepada Leicester dan Claudio Ranieri, para pemain dan suporter. [Kami] kecewa karena saya berpikir kami telah bertarung untuk merebut gelar,” tukas Pochettino usai laga melawan Chelsea seperti dikutip dari BBC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laga Chelsea menjamu Spurs sendiri berlangsung keras dan panas. Dua klub asal kota London itu bermain keras dan panas sehingga wasit pemimpin laga Mark Clattenburg mengeluarkan sampai dengan 12 kartu kuning dari sakunya—tiga untuk Chelsea dan sembilan untuk Tottenham Hotspur.
Menanggapi ramainya kartu yang diterima skuatnya, Pochettino mengatakan wajar dengan situasi yang melingkupi pertandingan. Pertandingan di Stamford Bridge, kata dia, penuh emosi.
Bahkan, ketika babak pertama berakhir, Pochettino harus turun tangan untuk melerai beknya, Danny Rose yang terlibat pertikaian dengan winger Chelsea, Willian. Emosi pun meningkat di kedua belah pihak ketika pertandingan berakhir.
“Saya pikir kita semua terlibat. Ketika anda bermain untuk gelar dan anda bermain melawan tim seperti Chelsea, mereka ingin menang juga,” kata Pochettino.
“Tak ada yang perlu dikatakan. Ini adalah emosi yang normal - berkalahi di lapangan, mungkin bukan sebuah contoh yang bagus dari kedua tim. Kami ingin menang dan terkadang situasi seperti malam ini terjadi. Tak ada yang perlu dikatakan. Tak ada yang perlu disalahkan.”
(kid)