"Saya telah menjadi pelatih tunggal putri sejak Januari 2016 dan melatih di Jaya Raya. Saya juga masih belajar banyak hal untuk menjadi pelatih karena melatih itu tidak mudah seperti mengenal karakter para pemain," kata Firdasari di sela-sela mendampingi para pemainnya dalam Djarum Sirnas Premier 2016 di GOR Asia-Afrika Jakarta, Selasa (3/5), seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya masih gemas dan ingin ikut pertandingan saat melihat anak-anak asuh saya bertanding. Tapi, saya sudah mulai menerima bahwa saya sekarang menjadi pelatih," ujar Firda yang semasa menjadi atlet pernah berada di Pelatnas Cipayung selama 11 tahun tersebut.
"Saya melihat banyak atlet-atlet berpotensi di Jaya Raya. Saya melatih atlet anak-anak hingga usia dewasa," ujarnya.
Saat masih aktif bermain, Firda dikenal dengan gerakannya yang lincah dan sering membuat drop shoot mematikan. Ia pertama kali menjadi pebulutangkis untuk timnas Indonesia sejak 2004. Selain medali emas SEA Games 2005 di Manila, Firda pun menyumbang medali perak SEA Games 2007 di Thailand dan 2011 di Jakarta.
Turnamen terakhir yang diikuti Firda adalah Indonesian Masters 2015 di Malang, Jawa Timur.
(antara/kid)