Ihsan sempat kalah dengan mudah di gim pertama sebelum akhirnya mampu memberikan perlawanan sengit di gim kedua. Usai kalah 9-21, 18-21, Ihsan mengakui bahwa Chong Wei memang memiliki level dan kualitas yang berbeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ihsan mengaku telat beradaptasi pada suasana pertandingan pada awal laga sehingga hal itu memudahkan Chong Wei merebut gim pertama dalam tempo 12 menit.
“Saya tak tegang namun telat untuk mendapatkan ritme permainan di gim pertama. Masuk ke gim kedua, saya mulai bermain dengan berani dan tak ragu-ragu seperti di gim pertama saat melakukan serangan ke arah Chong Wei,” tutur Ihsan.
Ihsan mengakui bahwa level Chong Wei jauh berbeda dengan level yang dimiliki oleh Rajiv Ouseph, lawan yang ditaklukkan oleh Ihsan di babak perempat final.
“Rajiv memang memiliki smash keras, namun tak sekuat smash yang dimiliki Chong Wei yang memang bertenaga dan penuh kekuatan.”
“Itulah perbedaan yang ada di antara kedua lawan yang saya hadapi di babak perempat final dan semifinal,” tutur Ihsan.
Pelatih tunggal putra, Hendry Saputra pun turut memuji keberhasilan Ihsan bertahan hingga babak semifinal meskipun pada akhirnya gagal melewati adangan Chong Wei.
“Melihat apa yang terjadi di Piala Thomas dan jarak yang ada dengan turnamen ini, penampilan Ihsan layak mendapatkan pujian,” kata Ihsan.
Chong Wei sendiri bahkan menilai Ihsan dan kawan-kawan bisa memiliki prestasi besar di masa depan.
“Semoga saya bisa semakin berkembang dan bermain semakin baik di masa depan,” tutur Ihsan menegaskan.
Dengan kegagalan Ihsan, maka Indonesia tak lagi memiliki wakil di babak final Indonesia Terbuka pada Minggu (4/6).
(kid)