Indonesia tak memiliki wakil di babak final BCA Indonesia Terbuka namun 70 persen dari kapasitas Istora tetap terisi. Para penonton tetap antusias memberikan dukungan kepada pebulutangkis yang di lapangan.
Lee Chong Wei yang baru saja menyamai rekor Taufik Hidayat dan Ardy B. Wiranata dengan merebut gelar keenam, menjadi salah satu pebulutangkis yang mendapatkan sambutan meriah di babak final.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alhasil, ketika Chong Wei mampu mengalahkan Jorgensen dengan skor 17-21, 21-19, 21-17, Istora pun bertepuk tangan meriah merayakan kemenangan tersebut.
“Dukungan penonton Indonesia memang membuat kami bersemangat meskipun terkadang juga membuat kami gugup. Terima kasih atas dukungan penonton Indonesia,” ucap Lee Yong Dae.
“Kami melempar raket dan kaus sebagai bentuk terima kasih kami kepada penonton meskipun hal itu tidaklah sebanding,” kata Yoo Yeon Seong.
Bukan hanya babak final, dukungan kepada pemain-pemain non-Indonesia pun sudah terlihat sejak di babak sebelumnya. Selama lawan yang dihadapi bukanlah pemain Indonesia, maka masih ada peluang bagi tiap pemain untuk didukung oleh penonton Indonesia.
“Turnamen Indonesia Terbuka merupakan turnamen favorit saya karena atmosfer yang ada di sini sangatlah luar biasa,” ucap pebulutangkis tunggal putri nomor satu dunia Carolina Marin.
Jorgensen yang jadi ‘musuh baru’ Indonesia dalam dua minggu terakhir sendiri tetap mengakui kehebatan suporter Istora dalam memberikan dukungan kepada atlet-atlet yang berlaga.
“Saya tetap yakin bahwa bila saya mampu menghadirkan permainan hebat di lapangan, maka penonton pasti tetap akan memberikan dukungan,” kata Jorgensen. (ptr)