Pada 13 Juli lalu, Ratchanok diberikan sanksi larangan bertanding yang bisa ditangguhkan kemudian, setelah adanya laporan ia gagal tes doping di turnamen Piala Uber di China, Mei lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Organisasi tertinggi bulutangkis dunia itu kemudian mencabut sanksi Ratchanok dan menyatakan Ratchanok bisa mengikuti turnamen sesegera mungkin.
"Saya tidak melakukan kesalahan dan saya percaya pada keputusan BWF. Saya senang karena mendapatkan keadilan," kata Ratchanok.
"Saya akan fokus berlatih untuk membawa kesuksesan bagi rakyat Thailand."
Tim pelatih Ratchanok menyatakan bahwa ketika menjalani Piala Uber, sang pebulutangkis sempat menerima suntikan untuk mengobati cedera lututnya. Hal inilah yang bisa menjadi alasan tes dopingnya positif.
Ratchanok sendiri akan menjadi tumpuan Thailand untuk mendapatkan medali di Olimpiade Rio De Janeiro, dan juga menjadi batu sandungan bagi China untuk menyapu bersih lima medali emas Olimpiade cabang olahraga bulutangkis.
Mantan juara dunia bulutangkis itu berharap membawa pulang mendali emas akan menginspirasi lebih banyak perempuan Thailand untuk mengejar mimpi. (vws)