Dalam babak semifinal 2, Bolt finis di urutan pertama. Sprinter asal Jamaika itu hanya berjarak 0,02 detik di depan sprinter Kanada, Andre de Grasse.
De Grasse yang mencoba sekuat tenaga tetap kesulitan melewati Bolt di posisi pertama. Sprinter yang kerap mengeluarkan komentar-komentar kontroversial dan menggelitik ini justru sempat-sempatnya bergurau kepada rivalnya itu usai tembus ke final 200 meter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan banyolannya, Bolt pun berusaha menyarankan agar De Grasse jangan terlalu ngotot karena puncak perebutan emas pun belum dimulai.
"Saya sedikit lambat, saya tak tahu kenapa, tapi saya bisa menyelesaikannya."
Bolt finis dengan catatan waktu 19,78 detik di peringkat pertama. Sedangkan De Grasse di posisi kedua memiliki catatan waktu 19,80 detik. Di posisi ketiga ditempati sprinter Britania Raya, Adam Gemili, dengan waktu 20,08 detik.
Sementara sprinter Amerika Serikat, Justin Gatlin, justru gagal ke final lari 200 meter. Di semifinal 3, ia hanya menorehkan perolehan waktu 20,13 detik.
Catatan waktu tersebut tidak lebih baik dari finalis urutan terakhir, Churandy Martina asal Belanda, yang finis dalam waktu 20,10 detik.
Sprinter Spanyol, Bruno Hortelo, yang sempat menjadi pelari tercepat kedua pada babak kualifikasi juga gagal ke final. Di semifinal, ia hanya meraih catatan waktu 20,16 detik pada semifinal 3. (bac)