"Ya, rencana ada, tapi belum dipikirkan lagi, belum dipikirkan matang," kata Liliyana kepada media ketika ditanyai soal pensiunnya. Ia mengungkapkan hal ini saat menghadiri acara audiensi Kontingen Olimpiade Indonesia dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, di Istana Negara, Rabu (24/8).
"Pasti harus diskusi dengan keluarga, dengan Tontowi juga. Jujur, kemarin di pesawat dia ngomong 'Ci, jangan berhenti dulu lah, kita masih bisa'."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Liliyana mengatakan bahwa ia masih ingin menyumbangkan medali untuk Indonesia dan terus berhasrat untuk menjalani profesinya sebagai pebulutangkis. Namun, satu hal yang akan jadi pertimbangannya untuk menentukan masa depan adalah kondisi fisik.
"Olahraga butuh kecepatan, kekuatan, dan stamina. Itu yang harus saya pikirkan lagi dan diskusikan lagi."
"Saya enggak mau menjalankan tapi saya udah enggak prima lagi. Saya ingin setiap kali saya turun, saya harus menyumbangkan medali atau berprestasi untuk bangsa dan negara."
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menyumbangkan medali emas tepat pada Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus, dengan mengalahkan pasangan Malaysia Goh Liu Ying/Chan Peng Song di partai final dua game langsung 21-14 21-12.
Ini adalah emas pertama Indonesia dari Olimpiade 2016 dan emas ketujuh bulutangkis sejak cabang olahraga tersebut pertama kali ditandingkan pada Olimpiade 1992.
Kontingen Indonesia pun mendapatkan tambahan dua perak dari cabang olahraga angkat besi melalui Sri Wahyuni Agustiani dan Eko Yuli Irawan.
Raihan satu emas dan dua perak membuat Indonesia berada di peringkat ke-45 pada klasemen akhir Olimpiade 2016. (vws)