"Yang paling siginifkan adalah tidak adanya hubungan yang harmonis antara PSSI dengan pemerintah, karena itulah PSSI lebih disibukkan dengan masalah hubungan, bukannya prestasi," kata Moeldoko di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (14/9) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada lagi kelompok-kelompok. Tidak ada lagi persoalan di masa lalu. Sehingga kita berangkat dari kondisi sekarang, karena sesungguhnya itu semua akan menimbulkan perpecahan. Jadi menurut saya seorang pemimpin harus bisa mengayomi seluruhnya. Menyejukkan semuanya," kata Moeldoko.
"Pemimpin PSSI ke depan harus bisa mengayomi semuanya. Pengalaman saya mengelola organisasi, yang dibangun pertama adalah emosinya. Setelah emosinya terbangun, kita rekatkan," ucap Moeldoko.
"Yang ketiga barulah muncul soliditas. Dengan begitu, semuanya merasa: Saya orang Indonesia dan bagian dari PSSI," sambung pria kelahiran Kediri tersebut. (har)