Pengoleksi 13 kemenangan di Superbike itu mengaku belajar banyak dari dua musimnya di MotoGP. Laverty menganggap MotoGP sebagai ‘sekolah’ berharga sebelum kembali ke Superbike.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laverty tidak memungkiri kalau Superbike masih jauh tertinggal dari MotoGP, terutama dari segi popularitas. Pebalap asal Irlandia Utara itu yakin hal itu dikarenakan minimnya pebalap bintang di Superbike.
“Jika saya bisa membawa sesuatu dari MotoGP, maka itu Valentino Rossi. Siapa yang tahu bagaimana sejarah MotoGP jika Rossi memutuskan pindah ke balap mobil F1,” ucap Laverty.
“Sulit untuk mengatakan apa yang bisa meningkatkan ketenaran Superbike, tapi musim depan akan menarik dengan adanya Stefan Bradl dan Marco Melandri,” sambungnya.
Laverty juga mengatakan dominasi Kawasaki jika menghambat kemajuan Superbike. Pebalap 30 tahun itu yakin hasil di Superbike harus lebih sulit diprediksi.
Dua musim tampil di MotoGP, prestasi terbaik Laverty hingga saat ini adalah finis di posisi keempat di GP Argentina musim ini.
(har)