Bos Dorna: MotoGP di Indonesia Mungkin 2019

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Selasa, 20/09/2016 06:30 WIB
CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, mengatakan Indonesia kemungkinan besar baru bisa menjadi salah satu tuan rumah seri MotoGP pada 2019. Pebalap MotoGP, Marc Marquez saat berada di sirkuit Sentul Sentul, Kabupaten Bogor, 14 Februari 2016. Sirkuit Sentul belum juga melakukan renovasi meski sempat menjadi kandidat tuan rumah MotoGP Indonesia. (CNNIndonesia.com/M. Arby Rahmat Putratama H.)
Jakarta, CNN Indonesia -- CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, mengatakan Indonesia kemungkinan besar baru bisa menjadi salah satu tuan rumah seri MotoGP pada 2019.

Meski sudah memiliki kesepakatan awal dengan Dorna untuk menggelar MotoGP, pemerintah Indonesia hingga kini belum bisa memastikan sirkuit yang akan digunakan.

Sirkuit Internasional Sentul hingga kini belum melakukan renovasi, sementara rencana pembangunan sirkuit baru di Palembang, Sumatera Selatan, belum juga terlaksana.


Dikutip dari Speedweek, Ezpeleta mengatakan pihaknya sangat membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah MotoGP. Namun, masalah kesiapan sirkuitlah yang membuatnya menilai Indonesia baru bisa menjadi tuan rumah pada 2019.

“Paling memungkinkan, kami baru bisa menunjuk Indonesia menjadi tuan rumah GP pada awal 2019. Secara teori, mereka bisa melakukannya pada akhir 2018,” ujar Ezpeleta.

Dorna sendiri dikabarkan sudah memiliki draf kalender MotoGP 2017, dengan 18 seri balapan akan kembali digelar. Namun, draf kalender itu belum dipublikasikan pihak Dorna, menunggu pihak Formula One (F1) merilis draf tersebut.

Pihak Dorna tidak ingin kejadian bentrok jadwal antara MotoGP dan F1 kembali terulang musim depan. Musim ini F1 GP Italia dan MotoGP Inggris digelar di hari yang sama, 4 September lalu.

Karena bentrok jadwal tersebut, pihak Dorna terpaksa memundurkan waktu balapan di MotoGP Inggris. Pasalnya, di Eropa ajang F1 memiliki rating siaran televisi lebih bagus ketimbang MotoGP.

Kalender MotoGP 2017 dikabarkan tidak mengalami perubahan. Thailand yang dikabarkan akan masuk kalender 2017 di Sirkuit Buriram, kemungkinan besar baru akan masuk kalender 2018. Pasalnya, Sirkuit Buriram punya kontrak dengan Superbike hingga 2017.

(har)