Diungkapkan Lorenzo, setahun lalu ia tak pernah berpikir bahwa ia akan menyelesaikan perjalanannya dengan Yamaha pada 2016.
"Balapan pertama saya di kelas premier, kemenangan pertama saya, dan gelar juara dunia pertama saya," sebut Lorenzo ditanya kenangan terindahnya bersama Yamaha dikutip Cycleworld.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat itu saya finis kelima. Tidak ada (pebalap) yang sebelumnya pernah melakukan itu. Sekarang saya tidak akan melakukannya lagi. Saya tahu, itu tindakan yang gila , tapi jika Anda berada dalam posisi untuk berjuang, Anda akan melakukan semua hal," ungkap Lorenzo yang memfavoritkan seri Yamaha M1 dari 2009 dan 2010 itu.
Di musim terakhirnya bersama Yamaha, ia raih posisi ketiga di klasemen akhir. Ia juga menang di seri balapan terakhir di Valencia. Itu jadi kado terindah buat Yamaha sebelum musim depan, ia bergabung dengan Ducati.
Pada balapan terakhir, Lorenzo mengaku sangat termotivasi untuk menang atau meraih podium. Ia ingin merayakan momen istimewa ini dengan kemenangan, terutama di lintasan yang pernah tiga kali ia menangi.
"Menyelesaikan musim dengan finis di posisi ketiga teratas dalam delapan tahun terakhir menunjukkan kekuatan dan konsistensi saya," ucapnya.
"Ya, di satu sisi saya sedih karena sulit untuk mengucapkan selamat tinggal kepada sekelompok orang yang telah menghabiskan waktu sembilan tahun bersama-sama. Di sisi lain saya bersemangat untuk memulai petualangan baru ini."
(vws)