Deret Kasus Kekerasan Diego Michiels

Ahmad Bachrain, CNN Indonesia | Kamis, 17/11/2016 08:56 WIB
Diego Michiels sudah tiga kali melakukan tindak penganiayaan di luar pertandingan setelah kasus terbarunya menganiaya manajer kelab malam di Samarinda. Diego Michiels sudah tiga kali berurusan dengan pihak kepolisian akibat kasus penganiayaan. (ANTARA FOTO/JAFKHAIRI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bek Pusamania Borneo FC yang baru saja dipecat, Diego Michiels, berurusan dengan polisi akibat tindak kekerasan yang ia lakukan, Rabu (16/11). Diego dilaporkan korban yang merupakan manajer sebuah klub malam di Samarinda.

Kepala Bagian Humas Polresta Samarinda Iptu Haris membenarkan kabar tersebut. "Kami menerima laporan pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.30 Wita. DM dilaporkan melakukan tindakan penganiayaan oleh salah satu korban yang merupakan manajer sebuah tempat hiburan," jelasnya.

Ia menjelaskan peristiwa penganiayaan terjadi di sebuah tempat hiburan di Jalan Panglima Batur Samarinda.


"Saat itu korban mengaku sedang berbincang dengan salah satu rekannya yang juga teman dari DM. Namun, mungkin karena terjadi salah komunikasi terlapor melakukan tindakan kekerasan dengan menanduk pelipis korban hingga mengakibatkan luka sobek," katanya.

Diego saat ini masih ditahan di Mapolres Samarinda menyusul penganiayaan yang dilakukan pemain naturalisasi itu.

Padahal, Diego baru saja menendang salah satu penyerang Semen Padang, Marcel Sacramento, pada laga lanjutan Indonesian Soccer Championship (ISC) A, Jumat (11/11).

Insiden Kelab Malam di Jakarta

Kasus kekerasan yang melibatkan Diego di kelab malam di Samarinda bukanlah yang pertama. Tercatat ada dua penganiyaan lainnya yang pernah dilakukan pemain berdarah Belanda tersebut.

Pertama pada 8 November 2012, Diego dilaporkan melakukan kekerasan terhadap salah satu pengunjung kelab malam di Senayan, Jakarta. Korban yang bernama Meff Paripurna melaporkan Diego ke pihak kepolisian.

Diego memukul Meff setelah kelompok dari kedua pihak bersenggolan pada Kamis, 8 November 2012, pukul 22.00 WIB. Kelompok korban tidak terima karena botol minumannya pecah akibat bersenggolan dengan pihak Diego.

Bukannya meminta maaf, Diego dan teman-temannya justru memukuli korban hingga babak belur.

Akibat aksinya itu, ia langsung ditahan di Mapolsek Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mimpi Diego untuk tampil di timnas U-23 pada ajang Islamic Solidarity Games 2012 kala itu pun kandas.

Diego harus menjalani masa kurungan selama 3 bulan 20 hari dipotong masa tahanan akibat penganiayaan tersebut.

Memukul Petugas Keamanan Perumahan

Aksi kekerasan Diego berikutnya terjadi pada 16 Mei 2014 di Samarinda. Ia dilaporkan petugas keamanan kompleks perumahan tempatnya tinggal di Samarinda bernama Hendra Wahyudi.

Kasus itu berawal pada kekesalan Diego yang kehilangan laptop. Dengan berang, ia menanyakan hal itu kepada Hendra selaku petugas keamanan di perumahannya di Pandan Harum Hills.

Namun, menurut pengakuan Hendra, ia malah menendang dan melemparnya garpu setelah korban menjawab tidak mengetahui perihal kehilangan laptop Diego. Ia juga menuding bahwa korban mengambil laptopnya.

Tak terima dengan penganiayaan tersebut, Hendra melaporkan Diego ke pihak kepolisian. Setelah sempat ditetapkan sebagai tersangka, ia akhirnya dibebaskan setelah ada jaminan dari Mitra Kukar, klubnya saat itu, dan korban mencabut gugatannya. (har)