Red Bull Bingung dengan Kritik terhadap Verstappen

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Selasa, 27/12/2016 20:29 WIB
Red Bull Bingung dengan Kritik terhadap Verstappen Red Bull bingung dengan kritik yang menilai gaya balapan Max Verstappen membahayakan pebalap lainnya. (AFP PHOTO / JOHN THYS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Tim Red Bull Christian Horner mengaku bingung dengan kritik yang terus-menerus tertuju pada pebalap mudanya, Max Verstappen. Pebalap 19 tahun itu mendapat kritikan pedas terkait gaya mengemudinya yang dianggap membahayakan pebalap lain.

Verstappen menunjukkan performa yang mencengangkan selama musim balap Formula 1 2016. Buktinya, ia mengakhiri musim di urutan kelima dengan meraih tujuh kali podium, satu podium pertama di Grand Prix Spanyol, empat kali runner up (Austria, Inggris, Malaysia dan Jepang).

Satu podium lainnya ia raih ketika ia tampil di Brasil. Kala itu Verstappen membuat kejutan dengan melejit naik ke posisi tiga balapan setelah memulainya di urutan ke-14.


Cara mengemudi yang disebut agresif itu membuat pebalap lain kesal dan memberikan kritik buat Verstappen. Hal itu pula yang membuat Federasi Otomobil Internasional (FIA) menjelaskan ulang aturan yang dipakai jelang akhir musim.

"Saya benar-benar tidak mengerti apa yang mereka keluhkan," kata Horner dikutip Autosport, Selasa (27/12).

"Ia telah melakukan pekerjaan besar dengan mengendarai mobil dan ia sudah berusaha dengan keras," sambungnya.

Menurut Horner, ketika pebalap baru mulai hadir dan mengganggu, pasti mereka akan mendapatkan kritik. Tapi, tegasnya, Verstappen bukan tipe yang seperti disebut pebalap lain ataupun para pengeritik.

"Saya tidak berpikir ia telah melakukan sesuatu hal yang salah. Ia telah berjuang keras dan memberikan semua kemampuannya setiap kali ia berada di balik kemudi. Ia mencintai apa yang ia lakukan dan selalu bersemangat," jelasnya.

Sejauh ini, Verstappen menolak untuk mengubah cara mengemudinya. Ia justru malah menjadikan kritik yang ditujukan kepadanya itu sebagai sesuatu hal yang lucu, termasuk kejadian ketika ia bersenggolan dengan Sebastian Vettel di Grand Prix Meksiko.

"Mungkin orang terlalu banyak terlibat dalam pembicaraan perusahaan. Kami memberikan kedua pebalap kami kepercayaan dan keterbukaan. Itulah mengapa mereka begitu menarik bagi para penggemar dan mereka telah berkembang pesat tahun ini dibandingkan dengan banyak pembalap lain di lintasan," pungkas Horner. (bac)