Semula, kata Gatot, hak tersebut direncanakan bisa diperoleh para insan olahraga itu pada 27 atau 28 Desember 2016. Namun karena proses Real Time Gross Settlement (RTGS) di Perbankan, hak itu baru tuntas terkirim ke beberapa bank penerima pada 3 Januari 2017. Itu pun karena terganggu libur panjang pergantian tahun baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Komunikasi Publik Kemenpora tersebut menyatakan pada 23 Desember 2017 pihaknya telah memenuhi gaji untuk para pelatih asing cabang olahraga PRIMA dengan jumlah total yakni lebih dari Rp4 miliar.
Lebih lanjut, Gatot menyebutkan honor para atlet Prima memiliki rata-rata per bulan antara lain Rp7,5 juta. Kemudian rata-rata untuk pelatih kepala adalah Rp12.500.000, pelatih Rp10 juta, dan untuk pelatih asing rata-rata ketentuannya sebesar Rp60 juta.
Di luar itu, ucap Gatot, Kemenpora juga berusaha untuk membayar akomodasi untuk 630 atlet dan ofisial baik itu dari Komite Paralimpiade Nasional (NPC) maupun PRIMA sebesar Rp18,3 miliar.
"Kemenpora berharap agar keterlambatan serupa dari Kemenpora tidak terulang kembali pada periode berikutnya, karena ini sangat berpengaruh pada kualitas dan kontinuitas persiapan atlet dan pelatih menjelang SEA Games 2017 dan Asian Games 2018," ujar Gatot. (har/kid)