Ranieri Bantah Perpecahan di Skuat Leicester
Ahmad Bachrain | CNN Indonesia
Senin, 06 Feb 2017 09:04 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Posisi manajer Leicester City Claudio Ranieri semakin terdesak. Spekulasi menyebutkan, pria asal Italia itu bisa terdepak dari kursinya sebagai manajer tim.
Kabar tersebut menyeruak setelah hasil buruk yang diraih timnya musim ini. The Foxes kini berada di peringkat ke-16 setelah musim lalu juara Liga Primer Inggris.
Posisi tersebut hanya berjarak satu tingkat lagi di bawahnya dari zona degradasi. Kabar juga menyebutkan, ada kegaduhan di skuat Leicester.
Spekulasi pemecatan Ranieri jika diwarnai dengan kabar bahwa beberapa pemain senior menginginkan ia hengkang. Ia lantas membantah adanya kerenggangan antara para pemain dengan dirinya di skuat Leicester.
"Para wartawan bertanya tentang pemain (soal kabar mereka menemui presiden klub) terkait apakah mereka bahagia dengan saya. Yang bisa saya katakan, mereka semua bahagia," tutur Ranieri seperti dikutip Sky Sports.
Ranieri juga tetap memuji perjuangan timnya meski kalah 0-3 dari Manchester United di Stadion King Power, Minggu (5/2) waktu setempat.
"Hingga kebobolan pertama, kami berada dalam permainan kami. Kami tampil dengan filosofi kami, berusaha untuk menekan, mencoba suatu yang bagus," terang pelatih 65 tahun itu.
"Kami tetap bersama. Saya punya rasa percaya diri terhadap para pemain, pemain juga masih yakin kepada saya."
Tampil ngotot pada awal-awal babak pertama, Leicester kebobolan lewat gol Henrikh Mkhitaryan pada menit ke-42. Hanya dua menit kemudian, gawang Kasper Schmeichel kembali kemasukan akibat gol Zlatan Ibrahimovic.
Tim arahan Jose Mourinho menambah gol lagi pada babak kedua. Adalah Juan Mata yang mencetak gol penutup kemenangan 3-0 Setan Merah pada awal-awal babak kedua.
"Dalam dua menit kami kehilangan kekuatan. Ini sulit dipercayai. Pada 40 menit permulaan, kami sangat solid, amat kuat menghadapi tim bagus," terang Ranieri.
"Kemudian pada babak kedua, kami mencoba bangkit, tapi memniarkan mereka mencetak gol mudah dan amat sulit untuk bangkit." (bac)
Kabar tersebut menyeruak setelah hasil buruk yang diraih timnya musim ini. The Foxes kini berada di peringkat ke-16 setelah musim lalu juara Liga Primer Inggris.
Spekulasi pemecatan Ranieri jika diwarnai dengan kabar bahwa beberapa pemain senior menginginkan ia hengkang. Ia lantas membantah adanya kerenggangan antara para pemain dengan dirinya di skuat Leicester.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Fakta-fakta Menarik Usai MU Hajar Leicester |
"Hingga kebobolan pertama, kami berada dalam permainan kami. Kami tampil dengan filosofi kami, berusaha untuk menekan, mencoba suatu yang bagus," terang pelatih 65 tahun itu.
Pemilik Leicester City Vichai Srivaddhanaprabha kecewa melihat timnya dibantai Manchester United 0-3. (AFP PHOTO / Paul ELLIS) |
Tim arahan Jose Mourinho menambah gol lagi pada babak kedua. Adalah Juan Mata yang mencetak gol penutup kemenangan 3-0 Setan Merah pada awal-awal babak kedua.
"Kemudian pada babak kedua, kami mencoba bangkit, tapi memniarkan mereka mencetak gol mudah dan amat sulit untuk bangkit." (bac)
Pemilik Leicester City Vichai Srivaddhanaprabha kecewa melihat timnya dibantai Manchester United 0-3. (AFP PHOTO / Paul ELLIS)