Dimitri Payet Nekat 'Selingkuh' demi Mantan
Jun Mahares | CNN Indonesia
Jumat, 10 Feb 2017 08:30 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kisah Dimitri Payet dan West Ham United ibarat dua kekasih baru yang sempat menjalin bahtera rumah tangga. Namun, pemain 29 tahun itu akhirnya berselingkuh demi menjalin kasih dengan cinta lamanya: Marseille.
Payet menjadi kreator unggul dengan rekor tiga gol dan dua assist sekaligus mengantar Perancis ke final melawan Portugal. Sayang, Perancis tumbang di partai puncak berkat gol semata wayang Eder di babak tambahan waktu kedua.
Penampilan impresif Payet sontak menjadi magnet bagi klub-klub besar Eropa. Paris Saint-Germain, Real Madrid, Barcelona, dan Arsenal pun digadang sempat memburu tanda tangannya.
Kendati demikian, Payet memutuskan untuk menetap di London Stadium hingga 2021. West Ham juga membentengi pemain andalannya itu dengan gaji tertinggi dalam sejarah klub dengan bayaran 125 ribu poundsterling sepekan atau sekitar Rp2,5 miliar.
Lihat juga:Marseille Resmi Perkenalkan Dimitri Payet |
Payet memilih 'bercerai' ketika The Hammers terpuruk. Ia tak mau berjuang melawan masalah yang menerpa dan memilih untuk berlabuh kepada Marseille 'wanita' yang sudah lama dikenalnya.
Musim lalu, Payet adalah roh permainan West Ham. Kehadirannya di lapangan selalu menjadi pembeda. Jenderal lapangan tengah asal Perancis itu sukses mendulang 15 gol serta 16 assist di semua ajang bersama West Ham.
Tim arahan Slaven Bilic juga sempat menjadi kuda hitam di Liga Primer musim lalu. Kerap menjadi batu sandungan klub-klub besar dan sukses mengakhiri kompetisi di urutan ketujuh.
Musim lalu, Payet adalah roh permainan West Ham. Kehadirannya di lapangan selalu menjadi pembeda. Jenderal lapangan tengah asal Perancis itu sukses mendulang 15 gol serta 16 assist di semua ajang bersama West Ham.
Tim arahan Slaven Bilic juga sempat menjadi kuda hitam di Liga Primer musim lalu. Kerap menjadi batu sandungan klub-klub besar dan sukses mengakhiri kompetisi di urutan ketujuh.
Fan West Ham bahkan memuji setinggi langit seorang Payet. Kepiawaiannya di atas lapangan dianggap melebih Zinedine Zidane yang dianggap maestro lini tengah Les Bleus.
Penampilan ciamik bersama West Ham menjadi tiket menembus skuat utama Perancis di Piala Eropa 2016. Kontribusinya bahkan melebihi sederet bintang Les Bleus lainnya, termasuk Paul Pogba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Payet menjadi kreator unggul dengan rekor tiga gol dan dua assist sekaligus mengantar Perancis ke final melawan Portugal. Sayang, Perancis tumbang di partai puncak berkat gol semata wayang Eder di babak tambahan waktu kedua.
Dimitri Payet pun tampil ciamik bersama timnas Perancis di ajang Piala Eropa 2016. Sayang di partai final, Perancis kalah dari Portugal. (AFP PHOTO / FRANCK FIFE) |
Magnet Klub Besar
Penampilan impresif Payet sontak menjadi magnet bagi klub-klub besar Eropa. Paris Saint-Germain, Real Madrid, Barcelona, dan Arsenal pun digadang sempat memburu tanda tangannya.
Namun, loyalitas Payet bersama West Ham hanya berlangsung singkat. Ia tak tahan dengan prestasi klub yang terus melorot ketimbang musim lalu. Sempat berada di zona degradasi di awal musim, tetapi perlahan sanggup bangkit ke posisi ke-9 klasemen.
Dimitri Payet kini telah meninggalkan West Ham dan kembali ke Marseille. (Reuters/John Sibley) |
Konflik Payet dan West Ham memanas setelah sang pemain menolak untuk berlatih dengan alasan sakit punggung. Ini hanyalah akal-akalan agar ia dilego ke mantan klubnya di Liga Perancis, Marseille, pada bursa transfer Januari 2017.
Payet bahkan menolak bertanding dan kemudian dilarang berlatih bersama rekan-rekan setimnya. Manajemen klub pun akhirnya menyerah dan melepas Payet dengan banderol 25 juta pounds atau sekitar Rp417,6 miliar.
Payet bahkan menolak bertanding dan kemudian dilarang berlatih bersama rekan-rekan setimnya. Manajemen klub pun akhirnya menyerah dan melepas Payet dengan banderol 25 juta pounds atau sekitar Rp417,6 miliar.
Petinggi West Ham David Sullivan menyebut pihaknya tak ingin menjual Payet pada bursa transfer Januari ini. Namun, klub terpaksa mengambil keputusan tersebut demi menjaga keharmonisan klub.
"Klub ingin agar hal ini tercatat bahwa kami benar-benar kecewa Dimitri Payet tidak menunjukkan rasa hormat dan komitmen kepada West Ham, seperti yang ditunjukkan penggemar dan klub kepada dirinya. Terutama ketika kami menghadiahinya dengan kontrak baru pada tahun lalu," kata Sullivan seperti dikutip dari The Guardian.
"Klub ingin agar hal ini tercatat bahwa kami benar-benar kecewa Dimitri Payet tidak menunjukkan rasa hormat dan komitmen kepada West Ham, seperti yang ditunjukkan penggemar dan klub kepada dirinya. Terutama ketika kami menghadiahinya dengan kontrak baru pada tahun lalu," kata Sullivan seperti dikutip dari The Guardian.
Cap Pengkhianat untuk Payet
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
Dimitri Payet pun tampil ciamik bersama timnas Perancis di ajang Piala Eropa 2016. Sayang di partai final, Perancis kalah dari Portugal. (AFP PHOTO / FRANCK FIFE)
Dimitri Payet kini telah meninggalkan West Ham dan kembali ke Marseille. (Reuters/John Sibley)
Manajer West Ham United Slaven Bilic pun mengaku kecewa terhadap sikap Dimitri Payet. (Reuters / Tony O'Brien)