Timnas Indonesia Harus Mengalah kepada Siswa Sekolah
Titi Fajriyah | CNN Indonesia
Selasa, 28 Feb 2017 10:39 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Minimnya fasilitas lapangan dengan kualitas memadai mulai menghambat kenyamanan seleksi Timnas Indonesia U-22. Pelatih Luis Milla terpaksa menggelar seleksi tahap kedua di lapangan 'kelas dua' milik Sekolah Pelita Harapan (SPH), Karawaci, Selasa (28/2) pagi.
Seleksi terpaksa digelar di lapangan belakang yang kualitasnya lebih rendah. Luas area lapangan kedua tersebut lebih kecil dan tekstur tanah yang kurang merata.
Ya, Timnas Indonesia mau tidak mau harus mengalah dari siswa sekolah SPH yang empunya wewenang menggunakan lapangan miliknya.
Meski demikian, proses seleksi tahap kedua tetap berlangsung serius. Usai pemanasan, para pemain diminta untuk bermain dari kaki ke kaki dalam situasi ruang gerak yang sempit.
Menu serupa juga diberikan Milla kepada pemain di seleksi pertama pekan lalu.
Setelah itu, latihan dilanjutkan dengan penempatan posisi pemain sambil memainkan bola dengan posisi masing-masing di bawah arahan asisten pelatih Miguel Gandia.
Sedangkan empat kiper, Mochammad Dicky Indrayana, Satria Tama Hardianto, Ravi Murdianto, dan Kurniawan Kartika Adjie dipimpin oleh pelatih penjaga gawang Eduardo Perez.
Bek Sriwijaya FC Rudolof Yanto Basna yang mengalami patah hidung usai bebenturan dengan striker Arema FC Cristian Gonzales di babak perempat final Piala Presiden 2017, akhir pekan lalu, tetap berusaha tampil maksimal.
Sementara dua pemain jebolan Timnas U-19 asuhan Indra Sjafri, Evan Dimas Darmono dan Putu Gede Juni Antara, menjalani latihan terpisah di pinggir lapangan.
Keduanya hanya melakukan jogging terpisah dari rekan-rekannya. Baik Evan Dimas maupun Putu Gede sudah mengikuti seleksi tahap pertama bersama sejumlah mantan penggawa Timnas U-19 lainnya seperti Paulo Sitanggang dan Muhammad Hargianto.
Dari 26 nama yang dipanggil mengikuti seleksi tahap kedua, 11 di antaranya merupakan wajah baru. Sementara sisanya telah mengikuti seleksi tahap pertama. (jun/har)
Seleksi terpaksa digelar di lapangan belakang yang kualitasnya lebih rendah. Luas area lapangan kedua tersebut lebih kecil dan tekstur tanah yang kurang merata.
Ya, Timnas Indonesia mau tidak mau harus mengalah dari siswa sekolah SPH yang empunya wewenang menggunakan lapangan miliknya.
Meski demikian, proses seleksi tahap kedua tetap berlangsung serius. Usai pemanasan, para pemain diminta untuk bermain dari kaki ke kaki dalam situasi ruang gerak yang sempit.
Latihan Timnas Indonesia U-22 dipindah ke lapangan 'kelas dua' milik Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, Selasa (28/2). (CNN Indonesia/Titi Fajriyah) |
Lihat juga:Pesan Boaz untuk Valdo di Seleksi Timnas |
Setelah itu, latihan dilanjutkan dengan penempatan posisi pemain sambil memainkan bola dengan posisi masing-masing di bawah arahan asisten pelatih Miguel Gandia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bek Sriwijaya FC Rudolof Yanto Basna yang mengalami patah hidung usai bebenturan dengan striker Arema FC Cristian Gonzales di babak perempat final Piala Presiden 2017, akhir pekan lalu, tetap berusaha tampil maksimal.
Keduanya hanya melakukan jogging terpisah dari rekan-rekannya. Baik Evan Dimas maupun Putu Gede sudah mengikuti seleksi tahap pertama bersama sejumlah mantan penggawa Timnas U-19 lainnya seperti Paulo Sitanggang dan Muhammad Hargianto.
Dari 26 nama yang dipanggil mengikuti seleksi tahap kedua, 11 di antaranya merupakan wajah baru. Sementara sisanya telah mengikuti seleksi tahap pertama. (jun/har)
Latihan Timnas Indonesia U-22 dipindah ke lapangan 'kelas dua' milik Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, Selasa (28/2). (