Namun, Indra menegaskan, ada perbedaan mendasar antara gaya blusukan lama dengan blusukan gaya barunya saat ini.
Ia menerangkan, metode saat ini lebih sistematis dibandingkan sebelumnya. "Artinya, saat ini kami juga melibatkan Asprov-asprov yang mau bekerja," tutur Indra kepada CNNIndonesia.com, Jumat (10/3).
Lihat juga:Indra Sjafri Tolak Naturalisasi |
Area blusukan yang dilakukan Indra juga jauh lebih luas di beberapa wilayah Indonesia dengan sangat sistematis. Bahkan, daerah seperti NTT juga jadi daerah yang pernah dilawat untuk memantau bakat-bakat muda sepak bola. Ia menerangkan ada sekitar dua atau tiga pemain di sana yang disertakan pada seleksi di Sidoarjo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun empat kota itu antara lain, Pekanbaru, Sidoarjo, DKI Jakarta, dan Makassar.
CNN Indonesia/Laudy Gracivia |
Seleksi di Riau dan Sidoarjo sudah dilakukan pada 8-9 Maret 2017 dengan menyeleksi para pemain muda dari sejumlah Asprov yang wilayahnya berdekatan kota itu.
Indra juga kembali akan melakukan seleksi tahap nasional di Lapangan Bea Cukai, Jakarta pada Sabtu (11/3) dan Minggu (12/3). Untuk seleksi di Makassar pada tanggal yang sama, Nur Saelan bakal jadi pemantau.
Perbedaan lainnya saat ini PSSI memberikan dukungan penuh seleksi yang dilakukan Indra.
"Bedanya kalau sekarang, seleksi dibiayai sepenuhnya oleh PSSI," ungkap Indra.
"Tidak mungkin dong saya blusukan seperti dulu lagi tanpa dibiayai karena jangkauannya saat ini jauh lebih luas dari sebelumnya."
Selain empat kota yang menjadi pusat penyaringan pemain muda dari sejumlah Asprov, ia juga menyeleksi dari sumber lainnya.
Itu sudah dijalankan pada 1-4 Maret di Sawangan, Depok dengan memanggil sejumlah pemain dari sekolah sepak bola, klub, dan pusat pelatihan. Sumber rekrutan itu berasal dari sejumlah klub dan SSB seperti dari Aji Santoso International Football Academy, ASIOP Apacinti, Persab Brebes, dan PPLP Ragunan.
"Nantinya semua seleksi empat kota itu dan di Sawangan akan disaring dan didapatkan jumlah 35 pemain untuk pemusatan latihan tahap pertama pada 15 Maret," tutur Indra. (jun)
CNN Indonesia/Laudy Gracivia