Luis Milla Bantah Permainan Timnas Indonesia U-22 Buruk
CNN Indonesia
Rabu, 05 Apr 2017 22:15 WIB
Bekasi, CNN Indonesia -- Timnas Indonesia U-22 tampil tak garang saat melakoni laga uji coba melawan Persija Jakarta di Stadion Patriot, Bekasi, Rabu (5/4).
Dalam laga tersebut timnas Indonesia ditahan imbang tanpa gol oleh Persija. Dalam laga tersebut, skuat Macan Kemayoran tampak lebih matang karena diisi mantan-mantan penggawa timnas seperti Ismed Sofyan dan Bambang Pamungkas.
Adu di lini tengah pun terlihat dikuasai Persija, dan menekan barisan pertahanan timnas. Selain itu di posisi winger, terutama Febri Hariyadi pun tampak tak dapat berbuat banyak. Namun, di mata pelatih timnas Indonesia U-22, Luis Milla tak demikian.
“Saya tidak setuju [timnas bermain buruk]. Buat saya tim bermain bagus. Mungkin yang kurang, [tim] saya cepat kehilangan bola,” kata Milla dalam jumpa pers usai laga.
Tak hanya itu, Milla pun berapologi bahwa kiprah timnya masih terlalu dini untuk dinilai kekompakannya.
"Perlu diingat kami baru dua bulan, pelatih orang asing, dan saya dapat pemain dengan style berbeda. Kalau kami bermain jelek, kami mungkin akan kalah 5-0 hari ini,” tukas mantan juru taktik timnas Spanyol U-21yang menjuarai Piala Eropa U-21 pada 2011 silam.
Milla pun puas dengan keberhasilan Timnas Indonesia U-22 mengatasi tekanan yang ada, baik dari Persija maupun dari JakMania yang memberikan dukungan pada Macan Kemayoran.
"Bukan sepak bola namanya jika tak mendapatkan tekanan. Saya punya tim besar dan berpeluang untuk makin berkembang."
"Saya pun senang kami menghadapi tim yang lebih berat karena dengan begitu kami akan dipacu untuk makin berkembang," kata pelatih asal Spanyol ini.
Dalam laga tersebut timnas Indonesia ditahan imbang tanpa gol oleh Persija. Dalam laga tersebut, skuat Macan Kemayoran tampak lebih matang karena diisi mantan-mantan penggawa timnas seperti Ismed Sofyan dan Bambang Pamungkas.
Lihat juga:Persija Lawan Timnas U-22 Berakhir Tanpa Gol |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, Milla pun berapologi bahwa kiprah timnya masih terlalu dini untuk dinilai kekompakannya.
"Bukan sepak bola namanya jika tak mendapatkan tekanan. Saya punya tim besar dan berpeluang untuk makin berkembang."
"Saya pun senang kami menghadapi tim yang lebih berat karena dengan begitu kami akan dipacu untuk makin berkembang," kata pelatih asal Spanyol ini.