Owi/Butet tidak mampu berbuat banyak menghadapi ganda China unggulan keempat itu. Owi/Butet yang merupakan unggulan kedua di turnamen kali ini, kalah dua gim langsung 8-21 dan 16-21.
Lihat juga:Liliyana: Permainan Kami Tidak Secepat Dulu |
"Kami cukup puas dengan penampilan kami di Malaysia Open ini. Kondisi cedera saya juga masih belum pulih benar, kemarin di perempat final main all out. Sekarang kami ingin mempersiapkan diri untuk turnamen Singapura Terbuka," ucap Liliyana.
Penampilan Owi/Butet sejak merebut medali emas Olimpiade 2016 Rio terbilang menurun. Namun, hal itu bisa dimengerti mengingat sudah seharusnya ada regenerasi di nomor ganda campuran Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang sekarang kami merasa lebih enjoy di lapangan. Dulu setiap bertanding fokusnya Olimpiade, kami tidak mau hasilnya jelek di Olimpiade. Sekarang emas Olimpiade sudah dapat, bukan berarti kami kendur, tapi hanya mencoba untuk santai dan menikmati pertandingan," sambungnya.
"Kami tidak lelah jadi andalan terus sampai empat tahun lagi, kalau bisa jadi andalan terus juga tidak apa-apa. Tetapi kan perlu ada regenerasi juga," kata Tontowi.
Kekalahan Owi/Butet membuat Indonesia tinggal memiliki satu wakil: ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Juara All England 2017 itu akan menghadapi unggulan kedua asal Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, di babak semifinal.