Sebelumnya, Arema FC yakin bisa memainkan pemain asing yang masih dalam proses penerbitan KITAS. Namun, hal itu langsung dibantah Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Noor Aman. Ditegaskan Noor Aman, tanpa KITAS, pemain asing dari klub manapun tidak diizinkan main di kompetisi Liga 1.
Menanggapi hal itu, Ruddy menjelaskan permasalahan izin kerja para pemain asing di kompetisi sepak bola Liga 1 sudah diselesaikan di level petinggi. Sebagai klub, ia mengukuti arahan dan petunjuk yang diberikan operator PT. Liga Indonesia Baru (LIB).
"Analoginya gini, pada prinsipnya PSSI itu bapak kami dan PT. Liga itu ibu kami. Ya, kami ikut perintah dari orang tua kami dong?" kata Ruddy melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Jumat (21/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses perizinan itu dimulai dari RPTKA (Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing) selesai di Depnaker, lalu akan keluar IMTA (Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing) untuk selanjutnya di bawa ke Imigrasi untuk diterbitkannya KITAS. Lewat pertemuan yang digelar antara PSSI, PT LIB, Depnaker dan Imigrasi, Kamis (20/4), disepakati semua proses jadi lebih mudah.
Jika proses itu tidak selesai sesuai harapan, Ruddy legowo jika Arema tidak bisa menggunakan pemain asing saat menjamu Bhayangkara FC, akhir pekan ini.
"Kalau tidak boleh, ya tidak apa-apa. Asalkan, jangan nanti Madura United, Persib Bandung boleh pakai, tapi Arema tidak boleh," ucap Ruddy.
Arema sendiri baru saja merekrut penyerang asal Kolombia, Juan Pablo Pino, yang dijadikan manajemen klub sebagai pemain marquee di ajang Liga 1.