Hal itu ditegaskan agar Sean memiliki waktu lebih banyak guna mendalami mobil untuk balap jet darat tersebut. Bagi ayah Sean, Ricardo Gelael, itu diharapkan menjadi pertanda baik untuk masa depan karier balap putranya tersebut.
Lihat juga:Impian Sean Gelael Naik Kelas ke F1 |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ricardo Gelael. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
Dalam kapasitasnya sebagai pebalap penguji, Ricardo mengatakan bahwa 'ujian' bagi Sean bukan hanya dari penampilan di lintasan balap saja. Termasuk pula, sambung Ricardo, pengetahuan Sean dalam bekerja untuk tim F1.
Lihat juga:Sean Gelael Dipuji Bos Toro Rosso |
"Jawaban soal kemungkinan naik kelas ke F1 mendatang... Ya adalah yang terbaik saja buat Sean," tukas Ricardo.
Lebih lanjut, Ricardo mengungkapkan sebenarnya ia tidak merencanakan Sean menjadi pebalap penguji tim Toro Rosso yang berbasis di Italia tersebut.
"Karena kami itu mengambil jalur dari akademisnya. Jadi kalau dia naik [jadi pebalap F1] itu karena dia dipilih, bukan karena yang lain. Oleh karena itu kami sendiri sebenarnya tidak tahu apa sebenarnya rencana Red Bull kepada dia [Sean]," ucap Ricardo.
"Dia harus menjalani beberapa proses testing, terakhir ya kami berharap dia dapat naik [kelas ke F1]. Tapi keputusan itu bukan dari kami," ucapnya melanjutkan.
Ricardo Gelael. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)