Hukuman FA terhadap Barton itu diputuskan pada akhir April lalu. Gelandang berusia 34 itu dilarang terlibat dalam sepak bola selama 18 bulan oleh FA. Meski telah diputuskan, Barton masih memiliki kesempatan untuk banding.
Jatuhnya hukuman FA atas Barton tersebut mengundang komentar salah satu petinggi William Hill, industri perjudian atau taruhan ternama di Inggris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Joey Barton tidak melakukan pengaturan skor hanya melanggar aturan FA tentang mengikuti taruhan. Pengaturan skor melibatkan kecurangan dan tindakan kriminal dan kita harus jelas membedakan di antara keduanya," tukas South seperti dikutip dari AFP, Jumat (5/5).
South yang pernah menjadi bagian dari kepolisian di Inggris selama 23 tahun itu mengaku tindakan Barton sebagai pesepak bola memang salah. Namun, taruhan tak bisa dihapuskan begitu saja justru beriringan dengan agenda olahraga.
Sementara hukuman untuk Barton, sambungnya, itu adalah konsekuensi bagi sang pesepak bola.
"Saya akan menggunakan analogi jika anda memiliki mobil sendiri dan melewati batas kecepatan lalu tertangkap, anda harus membayar tilang atau pencabutan SIM. Anda tidak bisa menyalahkan pabrik mobil yang mendesain mobil itu karena ada batas kecepatan," ujar dia.
Di lapangan hijau, Barton pun dikenal sebagai sosok pesepak bola yang bengal. Pria yang mengawali karier di ManCity pada 2002 silam itu diketahui beberapa kali harus berurusan dengan polisi.
Akibat aksi kontroversialnya, Barton pernah ditolak untuk bergabung dengan West Ham United oleh para suporternya pada musim panas 2015 silam. Akibatnya pada musim tersebut Barton yang dilepas Queen Park Rangers pun direkrut Burnley.