Agen bersama rekan-rekannya dikabarkan mendapat serangan dari oknum suporter lain usai menyaksikan klub kesayangannya, Persija Jakarta, menjamu Bali United di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (21/5).
Setelah menjalani perawatan, Agen akhirnya tak tertolong dan mengembuskan napas terakhir pada Senin (22/5). Ini menjadi insiden berdarah yang kembali terulang dalam sejarah suporter sepak bola Tanah Air.
Direktur Persija Gede Widiade menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap keluarga korban. Insiden pengeroyokan terjadi di luar stadion atau ketika korban hendak pulang menuju kediamannya di Cikarang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gede berjanji untuk terus mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pengeroyokan suporter hingga memakan korban nyawa. Pelaku pengeroyokan harus dihukum pasal pembunuhan.
Pada gelaran Liga 1 2017, Persija bermarkas di Stadion Patriot, Bekasi. Sejumlah insiden kerap tak bisa dihindari karena Bekasi masuk kawasan Jawa Barat yang notabene jadi basis suporter Persib Bandung, Bobotoh.
Meski insiden kali ini belum bisa dipastikan Bobotoh sebagai pelakunya, namun kedua suporter ini memang memiliki rivalitas panjang yang kerap memicu bentrok fisik kala bertemu di luar stadion.
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi juga mengutuk keras pelaku pembunuhan atas nama suporter. Ia berharap polisi bisa menghukum pelaku setimpal dengan kasus kriminal murni.
Imam juga berencana menggelar jambore suporter se-Indonesia untuk mencari jalan keluar atas perseteruan antarsuporter yang kerap terjadi di Tanah Air.