Luciano Spalletti Hengkang dari AS Roma

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Selasa, 30/05/2017 16:10 WIB
Luciano Spalletti Hengkang dari AS Roma Luciano Spalletti mampu membawa AS Roma finis di posisi kedua Serie A musim 2016/17. (Reuters / Alessandro Bianchi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meskipun AS Roma mampu finis di peringkat dua klasemen akhir Serie A musim kompetisi 2016/17, sang pelatih Luciano Spalletti tetap didepak dari klub tersebut.

Keputusan pemberhentian pelatih berusia 58 itu diumumkan secara resmi Roma lewat akun media sosial, Twitter.

"Kami berterima kasih terhadap Spalletti atas kerja keras dia dan kontribusi signifikan sejak ia kembali," kata Presiden Roma, Jim Palotta, seperti dikutip dari BBC Sport, Selasa (30/5).


Pelatih berkepala plontos itu menjadi juru taktik Roma sejak Januari 2016 silam. Sepanjang 16 bulan kepelatihannya, Roma menjadi penantang terkuat Juventus dalam perburuan Scudetto.

Musim ini, pada dua pekan terakhir bahkan Roma masih berpeluang untuk menyalip Juventus di puncak klasemen. Walaupun hasil akhirnya adalah Juventus yang menjadi jawara Serie A. Meski begitu, Roma berhak bangga karena penyerangnya, Edin Dzeko berhasil menjadi pencetak gol terbanyak.

"Di bawah instruksinya musim ini, tim telah memenangi poin lebih banyak di Serie A dan mencetak gol terbanyak dalam sejarah Roma. Kami mendoakan yang terbaik untuk masa depan Luciano," ujar Palotta.

Sebelum musim ini, Spalletti pun pernah menjadi arsitek Roma kurun waktu 2005-2009. Bersama dirinya kala itu Roma dua kali menjuarai Coppa Italia.

Spalletti yang enggan menandatangani kontrak baru di Roma yang selesai akhir musim ini sebetulnya tak lepas dari kritik. Kritik paling tinggi yang datang dari tifosi Giallorossi adalah masalah menit bermain sang kapten, Francesco Totti.

Totti telah memutuskan gantung sepatu ketika musim berakhir, dan Spalletti telah tak ada di Olimpico. Oleh karena itu Roma membutuhkan arsitek baru untuk membawa tim tersebut berkompetisi di Serie A termasuk di Liga Champions musim depan.

Sementara ini, kandidat terkuat untuk mengisi pos yang ditinggalkan Spalletti adalah juru taktik Sassuolo, Eusebio Di Francesco.

Di Francesco bukanlah sosok asing di publik Roma. Dia adalah salah satu bintang klub ibu kota Italia tersebut pada dekade 1990an. Dia pun merupakan bagian dari tim saat meraih Scudetto pada musim 2000/01 silam.