Keputusan pemberhentian pelatih berusia 58 itu diumumkan secara resmi Roma lewat akun media sosial, Twitter.
"Kami berterima kasih terhadap Spalletti atas kerja keras dia dan kontribusi signifikan sejak ia kembali," kata Presiden Roma, Jim Palotta, seperti dikutip dari BBC Sport, Selasa (30/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musim ini, pada dua pekan terakhir bahkan Roma masih berpeluang untuk menyalip Juventus di puncak klasemen. Walaupun hasil akhirnya adalah Juventus yang menjadi jawara Serie A. Meski begitu, Roma berhak bangga karena penyerangnya, Edin Dzeko berhasil menjadi pencetak gol terbanyak.
Sebelum musim ini, Spalletti pun pernah menjadi arsitek Roma kurun waktu 2005-2009. Bersama dirinya kala itu Roma dua kali menjuarai Coppa Italia.
Lihat juga:'Perpisahan Totti Seperti Upacara Pemakaman' |
Totti telah memutuskan gantung sepatu ketika musim berakhir, dan Spalletti telah tak ada di Olimpico. Oleh karena itu Roma membutuhkan arsitek baru untuk membawa tim tersebut berkompetisi di Serie A termasuk di Liga Champions musim depan.
Sementara ini, kandidat terkuat untuk mengisi pos yang ditinggalkan Spalletti adalah juru taktik Sassuolo, Eusebio Di Francesco.
Di Francesco bukanlah sosok asing di publik Roma. Dia adalah salah satu bintang klub ibu kota Italia tersebut pada dekade 1990an. Dia pun merupakan bagian dari tim saat meraih Scudetto pada musim 2000/01 silam.