Ronaldo sendiri menegaskan, meski posisinya bukan striker, ia akan berusaha membobol gawang Gianluigi Buffon. Ronaldo berpendapat, tak perlu jadi striker untuk mencetak banyak gol.
"Orang-orang berpikir kalau saya adalah striker. Tidak, saya tak pernah ingin menjadi striker," tegas Ronaldo dalam sesi wawancara eksklusif dengan Jugones, seperti dikutip dari AS.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ronaldo sendiri biasa dimainkan di Real Madrid sebagai penyerang sayap. Di Timnas Portugal, ia juga menerangkan posisi sebenarnya bukan sebagai striker murni, melainkan punya peran yang lebih bebas.
Berasama Portugal, Ronaldo terbiasa dimainkan di depan dengan pola 4-4-2. Meski sebagai ujung tombak, ia menjelaskan posisinya bukan seperti layaknya striker murni.
"Itu tergantung dari taktik yang akan diterapkan pelatih. Saya menginginkan bermain lebih bebas. Dengan skema permainan 4-4-2, saya menginginkan itu lebih lagi," ucap Ronaldo.
Lihat juga:Zidane: Ronaldo Lebih Hebat dari Saya |
"Namun, bukan berarti saya tidak menyukai (skema) 4-3-3 karena dengan sistem itu saya bisa bergerak secara berbeda dan start di posisi berbeda."
"Jelas sekali saya lebih menyukai berperan secara bebas seperti saat bersama Portugal, tapi saya tetap menyukai 4-3-3," pungkasnya.