"Saya tidak pernah menyangka kalau dapat itu karena saya hanya mementingkan Tim. Saya hanya memberikan yang terbaik dan itu bonus bagi saya, orang yang menilai bukan saya, terima kasih untuk semua yang telah mendukung saya," kata Egy seperti dikutip dari situs resmi PSSI.
"Karena Timnas U-19 pulang besok ya langsung dikasih habis laga tadi melawan Skotlandia, Selasa (6/6) sama Panitia Toulon Turnament 2017," demikian pernyataan yang dikutip dari situs PSSI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Catatan Indonesia di Turnamen Toulon 2017 adalah tiga kali kalah dari tiga laga di Grup C. Mereka takluk dari Brazil dengan skor 0-1, dari Ceko dengan skor 0-2, dan terakhir dari Skotlandia 1-2.
Turnamen ini memang tak berada di bawah koordinasi FIFA, namun diklaim sebagai kejuaraan dunia junior paling ternama sebelum otoritas sepak bola dunia menggelar Piala Dunia Junior sejak 1977 silam.
Prancis sebagai tuan rumah sekaligus peraih trofi terbanyak dalam ajang ini yaitu 12 kali. Ia disusul Brasil (delapan kali) dan Inggris (lima kali).
Adapun catatan tertinggi tim Asia dalam turnamen ini adalah finalis yang dicapai China pada 2007 silam. Di partai final China kalah dari tuan rumah, Perancis. Pada turnamen Toulon satu dekade lalu penyerang Perancis yang kini membela Atletico Madrid, Kevin Gameiro, menjadi top scorer dengan torehan lima gol dan juga pemain terbaik.