Membayangkan Kebangkitan Valentino Rossi di Assen

Dika Dania Kardi , CNN Indonesia | Selasa, 20/06/2017 05:45 WIB
Membayangkan Kebangkitan Valentino Rossi di Assen Pada 2015 silam Valentino Rossi berhasil keluar sebagai juara di Assen. (Reuters/Michael Kooren)
Jakarta, CNN Indonesia -- Empat seri terakhir Valentino Rossi melalui mimpi buruk dalam upayanya memburu titel juara dunia MotoGP 2017. Setelah mampu meraih podium di tiga seri awal, Rossi keteteran bahkan untuk memburu lima besar dalam empat seri terakhir di Jerez, LeMans, Mugello, dan Katalonia.

Setelah jeda dua pekan usai seri ketujuh di Katalonia, publik MotoGP akan kembali menyaksikan pebalap-pebalap andalannya berpacu di sirkuit pada pekan ini. Sirkuit di Assen, Belanda, akan menjadi tuan rumah MotoGP seri kedelapan sepanjang pekan ini.

Bagi Rossi, sirkuit tuan rumah MotoGP Belanda ini adalah salah satu favoritnya. Dia tercatat pernah menjadi juara sembilan kali di sana, satu di antaranya di kelas 250cc, dan satu lagi di kelas 125 cc. Kurun waktu lima tahun terakhir, Rossi dua kali menjadi juara di sana.

Dan, tentu saja, setelah mimpi buruk di empat seri terakhir, Rossi akan berharap bangkit di seri ke delapan ini dan melupakan kesalahan-kesalahan di seri sebelumnya seperti saat terjatuh  di Le Mans, Perancis. Pada seri terakhir di Katalonia, Rossi dan para pebalap Yamaha lainnya tak bisa tampil maksimal. Rossi finis di posisi kedelapan, Maverick Vinales finis di urutan 10, Johann Zarco finis di tempat kelima, dan Jonas Folger finis keenam.

Salah satu masalah utama dari motor Yamaha M1 yang diamini Rossi dan kawan-kawan adalah persoalan pada roda dan pengaruhnya pada setelan motor. Setelah GP Katalonia lalu, Yamaha melakukan uji coba kembali atas sasis baru Yamaha.

Pekan lalu Rossi mengaku sangat puas dengan rangka baru di motornya itu. Perubahan itu dinilai membantu performanya. Di antaranya kemudahan Rossi dalam melakukan akselerasi di tikungan.

"Saya selalu kesulitan menunggangi motor ini saat berbelok, memasuki tikungan. Saya tak pernah merasa nyaman, 100 persen," ujar Rossi seperti dikutip dari Crash.net pada 13 Juni lalu.

Meski demikian, Rossi mengakui masih ada persoalan lain yang menjadi pekerjaan rumah bagi timnya. Dan, awal pekan ini, dikutip dari Tuttomotoriweb, Rossi tak merasa saat GP Assen akan ada kejutan yang bisa ditampilkan dengan motor Yamaha M1.

“Kami memang telah melakukan sebuah pekerjaan yang bagus, motor ini menjadi lebih mudah dipacu, lebih presisi, sebagian besar saya suka. Kami masih memiliki sedikit masalah pada ban belakang, kami sepertinya belum bisa mengatasi masalah tersebut,” ujar Rossi seperti dikutip dari Tuttomotoriweb, Senin (19/6).

Rossi mengakui meski dirinya puas dengan perubahan pada M1, namun ia tak menjamin dapat kembali ke jalur juara dunia dalam waktu singkat.

“The Doctor tak terlihat dapat menemukan jalur yang tepat dulu. Dalam separuh kompetisi tak akan lama, tunggu untuk kabar besarnya,” ujar Rossi dan menegaskan Yamaha untuk segera mengatasi masalah secepat mungkin.

Jelang gelaran grand prix di sirkuit yang memiliki total jarak 118,1km tersebut, Rossi ada di peringkat lima klasemen dengan torehan 83 poin. Ia tertinggal 23 poin dari rekan satu timnya, Maverick Vinales yang berada di puncak klasemen pebalap.

Berkaca pada itu semua, para penggemar Rossi tentu masih mengharapkan idola mereka bisa kembali berjaya di Assen pada akhir pekan ini.