Nama Pangeran William Disebut dalam Laporan Korupsi FIFA

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Rabu, 28/06/2017 13:06 WIB
Nama Pangeran William Disebut dalam Laporan Korupsi FIFA Michael Garcia dipercaya FIFA melakukan investigasi terkait bidding Piala Dunia 2018 dan 2022. (REUTERS/Michael Buholzer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Selasa (27/6), memutuskan untuk merilis laporan hasil investigasi Michael Garcia terkait dugaan korupsi dalam pemilihan Rusia dan Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022. Sejumlah nama tenar disebut dalam laporan Garcia.

Garcia sebenarnya sudah menyerahkan laporan 430 halaman hasil investigasinya kepada FIFA sejak November 2014. Namun, ketika itu FIFA melalui hakim etik Hans-Joachim Eckert melalui ringkasan 42 halaman menyatakan tidak ada cukup bukti bahwa adanya tindakan korupsi dalam proses bidding Piala Dunia 2018 dan 2022.

FIFA kemudian memutuskan untuk merilis laporan penuh setelah dokumen itu dibocorkan suratkabar Jerman, Bild, Senin (26/6).

“Setelah dokumen secara ilegal bocor ke suratkabar Jerman, komite eksekutif meminta agar laporan penuh segera dipublikasikan untuk menghindari informasi yang tidak benar. Demi transparansi, FIFA bisa memastikan laporan penuh akhirnya dipublikasikan,” demikian pernyataan resmi FIFA.


Dikutip dari Reuters, dalam laporannya Garcia menyatakan presiden Rusia Vladimir Putih (yang dulu menjabat perdana menteri) secara aktif mendukung langkah negaranya dalam bidding, tapi tidak ada pelanggaran yang dilakukan.

Michael Garcia menyerahkan laporan ke FIFA sejak November 2014.Michael Garcia menyerahkan laporan ke FIFA sejak November 2014. (AFP PHOTO / SEBASTIEN BOZON)
“Tidak ada bukti yang menunjukkan komite bidding Rusia berusaha mempengaruhi komite eksekutif FIFA demi mengamankan posisi menjadi tuan rumah,” tulis Garcia dalam laporannya.

Sedangkan untuk Qatar, Garcia menganggap langkah-langkah yang diambil pihak Qatar tidak semuanya sesuai dengan kode etik FIFA. “Tapi, kesalahan dapat dikurangi karena fakta bahwa isu-isu ini ditemukan sebagai hasil kerja sama,” tulis Garcia

Nama Tenar dan Kejanggalan

Secara umum laporan yang dibuat Garcia tidak akan mengancam posisi Rusia dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia. Namun, ada sejumlah nama tenar yang disebut-sebut dalam laporan Garcia.

Dikutip dari The Telegraph, salah satunya adalah Pangeran William dan David Cameron. Keduanya dikatakan Garcia berusaha mencapai kesepakatan dengan ofisial Korea Selatan untuk bertukar dukungan suara. Dalam pertemuan di Zurich, Desember 2010, Pangeran William dan Cameron meminta Korea Selatan mendukung Inggris menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018.

Pangeran William saat ini menjabat sebagai presiden FA.Pangeran William saat ini menjabat sebagai presiden FA. (REUTERS/Carl Recine)
“Perdana menteri (Cameron) meminta tuan Chung Mong-joon untuk mendukung bidding Inggris, dan tuan Chung merespons kalau dia akan melakukannya jika Inggris mendukung Korea menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022,” tulis Garcia.

Dalam laporan Garcia juga terdapat kejanggalan, yakni salah satu anak anggota exco FIFA Ricardo Teixeira yang masih 10 tahun menerima uang 2 juta dolar AS ke rekening bank miliknya.

Sepp Blatter memilih mundur menyusul dugaan korupsi di tubuh FIFA.Sepp Blatter memilih mundur menyusul dugaan korupsi di tubuh FIFA. (REUTERS/Arnd Wiegmann)
Uang itu ditransfer mantan presiden Barcelona Sandro Rosell yang ketika itu menjadi konsultan untuk pihak Qatar dalam bidding Piala Dunia 2022. Namun, pembayaran disebut untuk perjanjian kerja sama real estate.

Dalam laporannya, Garcia menulis, “Tidak ada bukti yang menghubungkan Qatar dengan transfer 2 juta dolar AS ke putri anggota exco FIFA.”

Meski dalam laporan Garcia terkait Piala Dunia 2018 dan 2022 tidak ada indikasi korupsi, namun sudah lebih dari 20 petinggai FIFA yang ditangkap sejak 2015 karena kasus korupsi hak pemasaran dan penyiaran turnamen serta pertandingan.