Chris John: Tinju Indonesia Mati Suri
Mesha Mediani | CNN Indonesia
Minggu, 27 Agu 2017 00:37 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Peraih juara tinju kelas dunia Chris John menyebut kondisi tinju profesional di Indonesia kini mati suri karena lemahnya pembinaan atlet tinju agar maju di laga internasional.
"Kondisinya sangat lesu, mati suri. Boleh dibilang, hidup segan dan mati nggak mau. Sayang sekali, bakat tinju kita sebetulnya ada dan sangat bagus," katanya di sela-sela acara Junior Chamber International Indonesia di Jakarta, Sabtu (26/8).
Pria yang berhasil mempertahankan gelar juara dunia tinju kelas bulu WBA selama 10 tahun itu menyebut, lemahnya perkembangan tinju Indonesia salah satunya disebabkan promotor tinju yang terganjal masalah finansial dan promosi.
"Promotor-promotor kesusahan, padahal kita tahu kondisi saat ini membutuhkan event tinju. Kalau nggak ada satu orang yang bergerak, kita butuh dukungan berbagai pihak untuk membina dunia tinju," kata Chris yang sudah pensiun dari atlet tinju sejak 2013 lalu.
Melihat permasalahan tersebut, beberapa bulan lalu Chris pun mendirikan sebuah yayasan bernama Chris John Indonesia untuk membina dan mengumpulkan bakat anak muda dalam olahraga tinju.
“Sepertinya akan lebih mudah untuk kita merangkul semua pihak dalam pembinaan olahraga tinju ini, itu harapan kita," kata petinju yang dijuluki The Dragon itu.
Chris pun berpesan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi agar senantiasa mendukung yayasannya dan mengembangkan bakat-bakat terpendam dari para calon atlet tinju.
"Terbukti, kita mempunyai tujuh juara dunia tinju, dari era Ellyas Pical sampai era saya dan Daud Yordan, itu bukan jumlah yang sedikit. Saya yakin di luar sana banyak bakat-bakat yang harus kita temukan," katanya. (asa) Add
as a preferred
source on Google
"Kondisinya sangat lesu, mati suri. Boleh dibilang, hidup segan dan mati nggak mau. Sayang sekali, bakat tinju kita sebetulnya ada dan sangat bagus," katanya di sela-sela acara Junior Chamber International Indonesia di Jakarta, Sabtu (26/8).
Pria yang berhasil mempertahankan gelar juara dunia tinju kelas bulu WBA selama 10 tahun itu menyebut, lemahnya perkembangan tinju Indonesia salah satunya disebabkan promotor tinju yang terganjal masalah finansial dan promosi.
Lihat juga:Chris John Belum Siap Ikuti Jejak Pacquiao |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sepertinya akan lebih mudah untuk kita merangkul semua pihak dalam pembinaan olahraga tinju ini, itu harapan kita," kata petinju yang dijuluki The Dragon itu.
"Terbukti, kita mempunyai tujuh juara dunia tinju, dari era Ellyas Pical sampai era saya dan Daud Yordan, itu bukan jumlah yang sedikit. Saya yakin di luar sana banyak bakat-bakat yang harus kita temukan," katanya. (asa) Add
as a preferred source on Google