Kevin/Marcus vs Boe/Mogensen: Duel Penuh Dendam
CNN Indonesia
Minggu, 17 Sep 2017 09:18 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon menghadapi Mathias Boe/Carsten Mogensen di final Korea Selatan Super Series. Duel ini diprediksi bakal berjalan sengit, baik dari segi taktik maupun perang mental.
Kevin/Marcus memulai tahun 2017 dengan penampilan impresif. Mereka merebut tiga gelar beruntun di All England, India, dan Malaysia.
Rekor kemenangan beruntun mereka kemudian terhenti di babak semifinal Singapura Super Series 2016 di tangan Boe/Mogensen.
Sosok Boe/Mogensen kembali jadi penghalang bagi Kevin/Marcus di ajang Piala Sudirman 2017. Kevin/Marcus saat itu punya peluang untuk mengakhiri laga lantaran sudah unggul 20-18 di gim kedua.
Namun akhirnya Kevin/Marcus malah kalah 21-16, 22-24, 21-23 di akhir pertandingan.
Dua kekalahan dari Boe/Mogensen itu merupakan kekalahan yang menyakitkan bagi Kevin/Marcus. Kevin/Marcus yang juga terbiasa mengandalkan perang mental di lapangan harus dua kali kalah tahun ini di hadapan Boe/Mogensen yang menang pengalaman.
Menilik pengalaman Boe/Mogensen yang jauh di atas Kevin/Marcus, ganda asal Indonesia ini harus menyadari serangan mental tak akan mempan pada pasangan Denmark ini. Terlebih, Boe/Mogensen juga sedang dalam kondisi percaya diri karena selalu menang pada dua pertemuan tahun ini.
Kevin/Marcus sendiri sudah menyadari bahwa mereka harus bisa menjaga ketenangan dalam duel lawan Boe/Mogensen.
"Kami harus lebih tenang dan harus siap di faktor non teknis bila berhadapan dengan ganda Denmark, karena bila mengacu pada aspek teknis, hampir sama," ucap Kevin seperti dikutip dari rilis resmi PBSI.
"Kami bakal berusaha melakukan yang terbaik dan tetap fokus," tutur Marcus menambahkan
Dari segi teknik, Kevin/Marcus punya level yang sama dengan Boe/Mogensen dan mungkin mereka punya keunggulan dari segi stamina mengingat Boe/Mogensen yang sudah berumur.
Duel ini akan jadi ujian bagus bagi Kevin/Marcus. Bila mereka mampu menaklukkan Boe/Mogensen, itu berarti mereka sudah mengalami perkembangan sebagai pasangan bila dibandingkan semester pertama tahun 2017.
Kevin/Marcus memulai tahun 2017 dengan penampilan impresif. Mereka merebut tiga gelar beruntun di All England, India, dan Malaysia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun akhirnya Kevin/Marcus malah kalah 21-16, 22-24, 21-23 di akhir pertandingan.
Jam terbang yang tinggi membuat Mathias Boe/Carsten Mogensen tak mudah goyah oleh serangan mental lawan. (Foto: AFP PHOTO / GOH Chai Hin) |
Kevin/Marcus sendiri sudah menyadari bahwa mereka harus bisa menjaga ketenangan dalam duel lawan Boe/Mogensen.
Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon harus bisa tampil tenang di hadapan Mathias Boe/Carsten Mogensen. (Foto: Dok. PBSI) |
"Kami bakal berusaha melakukan yang terbaik dan tetap fokus," tutur Marcus menambahkan
Dari segi teknik, Kevin/Marcus punya level yang sama dengan Boe/Mogensen dan mungkin mereka punya keunggulan dari segi stamina mengingat Boe/Mogensen yang sudah berumur.
Duel ini akan jadi ujian bagus bagi Kevin/Marcus. Bila mereka mampu menaklukkan Boe/Mogensen, itu berarti mereka sudah mengalami perkembangan sebagai pasangan bila dibandingkan semester pertama tahun 2017.
Jam terbang yang tinggi membuat Mathias Boe/Carsten Mogensen tak mudah goyah oleh serangan mental lawan. (Foto: AFP PHOTO / GOH Chai Hin)
Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon harus bisa tampil tenang di hadapan Mathias Boe/Carsten Mogensen. (Foto: Dok. PBSI)