Presiden PSG: Media yang Membuat Permasalahan Cavani-Neymar
CNN Indonesia
Rabu, 20 Sep 2017 22:05 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi, menengaskan tidak ada perselisihan antara Edinson Cavani dan Neymar.
Pebisnis asal Qatar itu justru menilai media yang memiliki peranan penting dalam munculnya isu perselisihan antara dua penyerangnya.
"Tidak ada apa-apa. Medialah yang membuat masalah," ujar Al Khelaifi kepada RMC Sport.
Kendati menurut Al Khelaifi tidak ada masalah di antara kedua pemainnya, manajemen PSG merencanakan pertemuan internal pada Rabu (20/9) sore waktu Paris.
Pertemuan itu rencananya diikuti oleh Al Khelaifi, pelatih Unai Emery, direktur olahraga Antero Henrique serta Cavani dan Neymar.
Sebelumnya Emery sempat menyebutkan perihal penentuan algojo bola mati hanya butuh persetujuan dan kesepakatan antar pemain di atas lapangan.
Namun jika tidak terdapat kesepakatan antar pemain maka keputusan algojo bola mati akan ditentukan secara internal klub.
Emery menilai Cavani dan Neymar sama-sama memiliki kemampuan dan layak dipercaya sebagai penyelesai peluang lewat set piece.
Pebisnis asal Qatar itu justru menilai media yang memiliki peranan penting dalam munculnya isu perselisihan antara dua penyerangnya.
Lihat juga:Cavani-Neymar Berkelahi di Ruang Ganti PSG |
"Tidak ada apa-apa. Medialah yang membuat masalah," ujar Al Khelaifi kepada RMC Sport.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, membantah adanya perseteruan antara Edinson Cavani dan Neymar Jr. (AFP PHOTO / CHRISTOPHE SIMON) |
Unai Emery memberikan kepercayaan pada Edinson Cavani dan Neymar Jr untuk mengeksekusi bola mati. (Reuters / Christian Hartmann) |
Emery menilai Cavani dan Neymar sama-sama memiliki kemampuan dan layak dipercaya sebagai penyelesai peluang lewat set piece.
Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, membantah adanya perseteruan antara Edinson Cavani dan Neymar Jr. (AFP PHOTO / CHRISTOPHE SIMON)
Unai Emery memberikan kepercayaan pada Edinson Cavani dan Neymar Jr untuk mengeksekusi bola mati. (Reuters / Christian Hartmann)