Rio Haryanto Rasakan Sensasi Berbeda di Formula E

Nova Arifianto, CNN Indonesia | Selasa, 03/10/2017 23:12 WIB
Rio Haryanto Rasakan Sensasi Berbeda di Formula E Rio Haryanto menjajal lomba balap mobil 'single seater' yang baru dalam kariernya. (Cep Goldia/Media Relations Rio Haryanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rio Haryanto kembali ke lintasan balap kursi tunggal dengan mengakui perbedaan drastis antara mobil Formula 1 dengan mobil Formula E yang ia kendarai dalam sesi tes di sirkuit Ricardo Tormo Valencia, Spanyol, Selasa (3/10)

Rio yang terakhir tampil di seri Jerman pada balapan F1 musim lalu mengendarai mobil Spark SRT_01E dalam 30 putaran.


Pengalaman perdana di dalam kokpit mobil Formula E membuat mantan pebalap tim Manor Racing itu kagok, namun Rio menganggapnya sebagai tantangan.


“Sulit mengendalikan rem di mobil ini. Tiba-tiba bagian depan mobil akan terasa panas setelah tiga atau empat lap. Cukup menarik untuk mengubah keseimbangan di tiap putaran, sangat menantang,” ujar Rio seperti dilansir dari Autosport.

Setelah terakhir berlaga di F1 pada Juli 2016, Rio Haryanto kembali ke lintasan balap formula dengan menjajal mobil Formula E, Selasa (3/10).Setelah terakhir berlaga di F1 pada Juli 2016, Rio Haryanto kembali ke lintasan balap formula dengan menjajal mobil Formula E, Selasa (3/10). (Manor Grand Prix Racing Ltd)
“Ini bukan mobil balap tapi setidaknya saya paham mengenai cara kerjanya. Saya senang dengan apa yang saya dapatkan hari ini. Berjalan mulus, tanpa kesalahan dan saya dapat mengemudikannya cukup lama,” tambahnya.

Secara khusus Rio juga mengungkapkan perbedaan lain antara mobil-mobil formula yang pernah ia kendarai dengan mobil Formula E. Termasuk di antaranya adalah downforce atau gaya tekan dan cara melewati tikungan.

Formula E diprediksi menjadi salah satu lomba balap mobil yang akan menyaingi Formula 1.Formula E diprediksi menjadi salah satu lomba balap mobil yang akan menyaingi Formula 1. (Enrique Marcarian)
“Karena ini adalah mobil baru, caranya berbelok dengan mobil F1 sangat berbeda. Anda harus fokus pada sistem mekanis. Downforcenya rendah dan harus menikung dengan kecepatan,” terang Rio.

Formula E adalah balapan mobil yang menggunakan energi listrik. Dalam kesempatan pertamanya,  Rio mendapat mobil yang disuplai tenaga sebesar 200 kilowatt atau berkekuatan penuh.


Balapan yang diprediksi bisa menyaingi F1 ini sudah dimulai sejak 2014. Beberapa pebalap tenar yang ambil bagian di lintasan Formula E adalah Nelson Piquet Jr, Nick Heidfeld, dan Sebastian Buemi. Pesaing Rio di lintasan GP 2 dan F3 seperti Mitch Evans dan Esteban Gutierez juga berlaga di balapan ini. (nva)