Bali United Tagih Komdis Soal Pemukulan Kapten Bhayangkara FC

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Rabu, 08/11/2017 20:02 WIB
Bali United Tagih Komdis Soal Pemukulan Kapten Bhayangkara FC Bali United menagih keputusan komite disiplin terkait pemukulan yang dilakukan pemain Bhayangkara FC U-19. (CNNIndonesia-Diolah dari Logo Bali United FC)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kompetisi Liga 1 U-19 sudah berakhir seiring dengan keberhasilan Persipura Jayapura U-19 tampil sebagai juara. Tapi, masih ada perkara yang tersisa dan belum terselesaikan.

Salah satunya adalah pemukulan kapten Bhayangkara FC U-19 Reksa Maulana terhadap pemain Bali United U-19, Ricky Nova Asterix, pada  babak delapan besar di Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Bali (21/10).

Dalam rekaman kamera terlihat jelas Reksa menghantam Ricky yang kemudian tergeletak tidak sadarkan diri. Ricky lantas ditandu dan dibawa ke rumah sakit.


“Ricky pingsan di tempat dan langsung di bawa ke rumah sakit sampai di MRI (Magnetic Resonance Imaging) segala,” kata CEO Bali United, Yabes Tanuri, melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Rabu (8/11).
Laga pamungkas Liga 1 U-19 mempertemukan Persipura dan Persib.Laga pamungkas Liga 1 U-19 mempertemukan Persipura dan Persib. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Pihak Bali United pun telah mengirimkan surat ke komite disiplin dan melaporkan kejadian yang terjadi saat itu. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan yang dijatuhkan Komdis.

“Kami sudah kirim surat ke Komdis dan dicuekin. Mereka enggak ada keputusan, padahal itu baru laga kedua dan mereka (Bhayangkara FC U-19) masih banyak menyisakan pertandingan,” ungkap Yabes.

“Dan kejadian itu sudah jauh lebih lama dari pertandingan Mitra Kukar vs Bhayangkara yang keputusannya sudah ‘direvisi’. Bahaya, padahal sebelum kejadian itu ada kejadian meninggalnya Choirul Huda,” ujarnya menjelaskan.

Saat ini, meskipun Liga 1 U-19 sudah selesai, Bali United tetap meminta keadilan dengan menagih keputusan dari Komdis atas kasus tersebut.

“Ya minimal didenda dong, dibayar dendanya. Masak itu setelah Choirul Huda meningga masih begitu, masih enggak tahu diri,” ujarnya. (nva/jun)