Bhayangkara Soal Sanksi Komdis: Mitra Kukar Seharusnya Teliti

Ahmad Bachrain, CNN Indonesia | Rabu, 08/11/2017 18:54 WIB
Bhayangkara Soal Sanksi Komdis: Mitra Kukar Seharusnya Teliti Bhayangkara FC mengatakan, Mitra Kukar seharusnya lebih teliti terkait sanksi Komdis PSSI. (Dok. Bhayangkara FC)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bhayangkara FC angkat bicara terkait protes yang dilontarkan Mitra Kukar dan Bali United terkait sanksi Komdis PSSI. Klub berjulukan Naga Mekes diberi sanksi kalah WO dari Bhayangkara FC karena dianggap menggunakan pemain tidak sah, Mohammed Sissoko, yang terkena sanksi.

Sanksi itu ditambah dengan denda Rp100 juta yang dibebankan kepada klub Mitra Kukar. Sanksi itu menguntungkan Bhayangkara.

Pasalnya, The Guardians jadi mendapatkan tiga poin dengan kemenangan WO 3-0. Sebelumnya, mereka hanya dapat satu poin karena bermain imbang 1-1 dengan Mitra Kukar.


Peringkat Bhayangkara pun mengalami revisi menjadi di posisi puncak dengan poin yang sama dengan Bali United di peringkat kedua, yakni 65. Tim arahan Simon McMenemy unggul secara head-to-head.
Bhayangkara FC dapat tiga poin setelah Komdis PSSI menghukum Mitra Kukar kalah WO atas The Guardians. (Bhayangkara FC dapat tiga poin setelah Komdis PSSI menghukum Mitra Kukar kalah WO atas The Guardians. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
Keputusan Komdis itu bukan hanya memantik kemarahan Mitra Kukar, tapi juga Bali United yang merasa dirugikan. Bhayangkara pun berpeluang langsung dinobatkan sebagai juara jika menang atas Madura United malam ini.

Bali United merasa sanksi atas Mitra Kukar itu tidak adil karena mereka menilai pangkalnya lantaran kesalahan operator, PT Liga Indonesia Baru, yang tidak mencantumkan Sissoko dalam daftar Nota Larangan Bermain (NLB).

Bhayangkara FC lantas menilai, klub tak bisa hanya mengandalkan pada NLB yang dikeluarkan operator. Pihak klub melalui rilis yang diterima CNNIndonesia.com, menyatakan Mitra Kukar seharusnya lebih teliti dan berhati-hati.
Mitra Kukar protes atas sanksi yang mereka dapatkan dari Komdis PSSI. (Mitra Kukar protes atas sanksi yang mereka dapatkan dari Komdis PSSI. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Bhayangkara FC bahkan memberikan contoh kasus yang juga pernah terjadi pada pihaknya terkait kelalaian operator dalam NLB.

"Klub harus selalu mengecek terkait status pemain mereka. Seperti juga ketika kami tidak bisa memainkan Indra Kahfi ketika melawan Persela."

"Saat itu, bahkan NLB Indra Kahfi belum keluar ketika Bhayangkara FC hendak melawan Persela (27 Oktober). Namun, kami tetap melakukan komunikasi dengan Liga dan Komdis yang ternyata Indra Kahfi mendapatkan hukuman tambahan karena mendapatkan kartu merah ketika melawan PSM Makassar 19 Oktober 2017 lalu," demikian pernyataan Bhayangkara FC.

Klub tersebut melanjutkan, prosedur dikeluarkannya NLB seharusnya sepekan sebelum pertandingan. "Tapi keputusan Komdis keluar 3-4 hari sebelum pertandingan. Jadi dalam hal ini klub yang harus aktif melihatnya sesuai dengan bunyi regulasi," kata pihak klub.

Bhayangkara pun mengingatkan bahwa Komdis PSSI adalah lembaga independen dan keputusannya tak bisa diintervensi pihak manapun. (bac)