PSIS ke Liga 1, Pelatih Diguyur Air

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Selasa, 28/11/2017 19:19 WIB
PSIS ke Liga 1, Pelatih Diguyur Air Momen saat Subangkit mendapat guyuran air dari para pemain. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keberhasilan PSIS Semarang promosi ke Liga 1 benar-benar memberikan kegembiraan pada tim berjuluk Mahesa Jenar tersebut. Subangkit yang jadi arsitek tim pun harus rela diguyur air saat tengah bersiap memberikan keterangan di sesi konferensi pers.

Subangkit yang tengah duduk di kursi dan siap memberikan keterangan dikejutkan oleh semburan air mineral dari para pemain. Kegembiraan tampak jelas dalam ruangan tersebut.


"Saya bawa Persekabpas Pasuruan dari divisi dua ke divisi utama. Begitu juga Persiku Kudus dan Persema yang saya bawa naik ke kasta tertinggi. Kini giliran PSIS."


"Namun sepertinya lebih emosional sekarang, karena kebetulan esok adalah hari ulang tahun saya. Jadi ini adalah kado terbaik," kata Subangkit yang bakal berusia 57 tahun pada 29 November.

Subangkit mengakui keberhasilan PSIS memenangi duel sengit lawan Martapura FC tak lepas dari kegigihan yang ditunjukkan oleh timnya sepanjang laga berlangsung.

PSIS Semarang akhirnya meraih tiket promosi ke Liga 1 setelah mengalahkan Martapura FC 6-4.PSIS Semarang akhirnya meraih tiket promosi ke Liga 1 setelah mengalahkan Martapura FC 6-4. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Lebih lanjut, Subangkit mengaku belum ada pembicaraan dengan manajemen PSIS mengenai kontraknya musim depan. Namun bila ia dipertahankan, Subangkit berencana mempertahankan 60 sampai 70 persen pemainnya saat ini untuk Liga 1.

"Martapura bermain bagus sedangkan kami di awal laga mungkin masih kelelahan. Bukan berarti pemain belakang kami lemah, namun kami tak siap meredam agresivitas mereka," tutur mantan pelatih Sriwijaya FC tersebut.

Martapura FC Lapang Dada

Martapura FC sendiri harus menelan pil pahit karena gagal lolos ke Liga 1 musim depan meskipun telah tiga kali unggul atas PSIS Semarang di laga ini, termasuk saat mereka memimpin 4-3 pada sisa 10 menit laga di waktu normal.

"Kami tetap bersyukur dengan kekalahan ini, anak-anak sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi belum saatnya bagi kami untuk lolos Liga 1,” ucap pelatih Martapura FC, Frans Sinatra Huwae, kepada para awak media usai pertandingan.


“Yang pasti keberuntungan belum di pihak kami. Kelemahan kami dimanfaatkan lawan, terutama di lini kiri dan ketidakstabilan dalam bermain. Tapi kami perlu pengalaman ini,” katanya menambahkan. (ptr)


BACA JUGA