Pelajaran Penting Timnas Indonesia dari Tsunami Cup 2017

Arby Rahmat , CNN Indonesia | Kamis, 07/12/2017 15:40 WIB
Pelajaran Penting Timnas Indonesia dari Tsunami Cup 2017 Timnas Indonesia (kanan) gagal mempersembahkan gelar juara Tsunami Cup 2017. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Banda Aceh, CNN Indonesia -- Timnas Indonesia mendapat banyak pelajaran dalam turnamen Tsunami Cup 2017. Segala persoalan yang ada di sana, menjadi pembelajaran yang baik untuk skuat Merah Putih sebagai tuan rumah Asian Games 2018 mendatang.

Di Tsunami Cup 2017, tim asuhan Luis Milla diterpa masalah cuaca yang mengakibatkan kualitas lapangan Stadion Harapan Bangsa memburuk. Bola tidak mengalir dengan baik, sehingga skema permainan yang diinstruksikan pelatih pun tak berjalan dengan lancar.

Beruntung para negara peserta memaklumi cuaca ekstrem siklon Dahlia yang sedang menyelimuti kawasan Sumatera, termasuk Aceh.

Meski begitu, skuat Timnas Indonesia tampak cukup ahli bermain di lapangan yang kualitasnya buruk. Ini terbukti dari dua kemenangan atas Brunei Darussalam (4-0) dan Mongolia (3-2). Hanya pada laga terakhir, Timnas Indonesia kurang beruntung dengan kalah 0-1 dari Kirgistan.

Milla memang sengaja menurunkan pemain muda dalam Tsunami Cup 2017. Tujuannya tidak lain agar mental mereka semakin terasah dan mencapai klimaksnya di Asian Games 2018.
Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti (kanan) sudah mengetahui kualitas timnya.Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti (kanan) sudah mengetahui kualitas timnya. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Pemain sayap Timnas Indonesia Osvaldo Haay, misalnya, berhasil menyumbang satu gol di turnamen itu. Pemain berusia 19 tahun tersebut menggandakan keunggulan untuk Indonesia menjadi 2-0 di babak pertama ketika bertanding lawan Mongolia (4/12).

Gol Osvaldo berawal dari umpan silang Febri Hariyadi yang bergerak menyisir sisi kanan pertahanan Mongolia. Osvaldo yang menyambut umpan di depan gawang Mongolia sempat memberikan bola kepada Ilija Spasojevic.

Namun, Spasojevic memantulkan kembali bola itu kepada Osvaldo Haay yang langsung diselesaikan menjadi gol.

Selain Osvaldo, pemain muda lainnya seperti Hansamu Yama, Septian David Maulana, Yabes Roni, dan Gavin Kwan Adsit pun menyumbang masing-masing satu gol di ajang itu. Sebuah peningkatan performa yang cukup baik dari Milla sejak SEA Games Kuala Lumpur 2017.

Sayangnya, Indonesia gagal meraih juara di Tsunami Cup 2017 setelah kalah 0-1 dari Kirgistan. Padahal, untuk menjadi juara di ajang itu, Skuat Garuda harus mengalahkan Kirgistan.
Timnas Indonesia mendapat banyak pelajaran berharga dari turnamen Tsunami Cup 2017.Timnas Indonesia mendapat banyak pelajaran berharga dari turnamen Tsunami Cup 2017. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Kekalahan atau hasil imbang tidak akan cukup. Karena, pada laga sebelumnya tim asal Asia Tengah itu mampu mengalahkan Brunei Darussalam 4-0 dan menaklukkan Mongolia 3-0.

Sedangkan Indonesia hanya menang 4-0 atas Brunei Darussalam dan menaklukkan Mongolia dengan skor tipis 3-2. Dengan demikian, Kirgistan untuk berada di puncak klasemen sementara dalam dua pertandingan awal dengan unggul selisih gol sebelum menjalani laga terakhir melawan Indonesia.

Kendati demikian, tim pelatih Timnas Indonesia mengaku mendapat banyak ilmu dari pertandingan melawan Kirgistan yang juga menjadi salah satu negara peserta Asian Games 2018.

“Kami banyak mengambil kesimpulan, bagaimana hadapi lawan dengan karakter berbeda dengan jarak pertandingan yang berdekatan. Lalu, cara mencari solusi kalau tim dalam tekanan, cara menghadapi tim yang berpostur lebih besar," ujar Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti.

Asian Games 2018 yang merupakan pesta olahraga tersebesar se-Asia, rencananya akan digelar di Indonesia pada 18 Agustus sampai 2 September.

Ajang edisi ke-18 tersebut akan diselenggarakan di dua kota utama yakni Jakarta dan Palembang. Sementara wilayah lain yang mendukung penyelenggaraan ajang itu antara lain kota Bandung, provinsi Banten dan Jawa Barat.

Sepak bola menjadi salah satu cabor yang dipertandingkan di Asian Games 2018. Pada Asian Games 2014, Indonesia hanya mampu sampai babak 16 besar usai kalah 1-4 dari Korea Utara.

"Garis besarnya saya sudah melihat tim ini seperti apa,” Bima menjelaskan. (sry)