Menpora Ingin Semangat 1962 Hadir dalam Asian Games 2018

Surya Sumirat , CNN Indonesia | Kamis, 07/12/2017 20:39 WIB
Menpora Ingin Semangat 1962 Hadir dalam Asian Games 2018 Menpora Imam Nahrawi (tengah) berharap semangat Asian Games 1962 terjadi pada Asian Games 2018. (Dok. Kemenpora)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi membangkitkan semangat Asian Games 2018 dalam puncak Kirab Pemuda 2017 di halaman Kantor Bupati Blitar, Jawa Timur, Kamis (7/12). Hal itu dilakukan Menpora guna mendapat dukungan dari semua pihak agar multievent empat tahunan itu berjalan baik.

Pasalnya, penyelenggaraan yang bagus akan menjadi cerminan wajah Indonesia di mata internasional. Selain itu, Menpora juga mengingatkan, bahwa Presiden Soekarno merupakan inisiator Asian Games 1962, sekaligus yang pertama di Indonesia.

"Bung Karno yang saat ini dimakamkan di Blitar merupakan penggagas Asian Games 1962, dan tahun depan, Indonesia mendapatkan kepercayaan lagi menjadi tuan rumah. Maka dari itu, semangat 1962 harus kembali hadir untuk Asian Games 2018," kata Imam Nahrawi seperti dikutip dari Antara.

Dipilihnya Blitar sebagai puncak Kirab Pemuda 2017 juga memiliki alasan tersendiri bagi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Tujuannya, agar semangat Sang Proklamator demi kejayaan Republik Indonesia bisa dimiliki para masa kini.
Imam Nahrawi (ketiga dari kiri) mengingatkan, bahwa Bung Karno merupakan penggagas Asian Games 1962, sekaligus yang pertama di Indonesia.Imam Nahrawi (ketiga dari kiri) mengingatkan, bahwa Bung Karno merupakan penggagas Asian Games 1962, sekaligus yang pertama di Indonesia. (Dok. Kemenpora)
Asian Games 2018 yang merupakan hajatan besar bangsa Indonesia membutuhkan peran serta semua lapisan. Tidak saja di daerah yang menjadi kota tuan rumah (Palembang dan Jakarta), tetapi juga di seluruh Indonesia.

Menteri kelahiran Bangkalan itu juga menjelaskan, bahwa kebinekaan perlu menjadi penyemangat dan jalan pemersatu guna mencapai prestasi. Kirab Pemuda ini sendiri tidak hanya menjadi ajang promosi pariwisata, tetapi juga untuk mendorong munculnya potensi daerah dan ikon-ikon pemuda kreatif.
Imam Nahrawi mendapat gelar Bapak Olahraga Santri Nasional dari Universitas Islam Balitar.Imam Nahrawi mendapat gelar Bapak Olahraga Santri Nasional dari Universitas Islam Balitar. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Di luar itu, dukungan suksesnya penyelenggaraan Asian Games 2018 juga dilontarkan Rektor Universitas Islam Balitar (Unisba), Soebiantoro. Dia merasa bersyukur atas kehadiran Menpora bersama jajarannya ke Unisba.

"Mahasiswa kami ada yang menjadi atlet nasional Pak Menteri, yakni di cabang olahraga tinju, bola voli, futsal, dan program pertukaran pemuda (Kemenpora) Australia-Indonesia. Kami berharap mahasiswa-mahasiswi Unisba mendukung kelancaran Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang," ucap Soebiantoro, dilansir dari situs resmi Kemenpora.

Soebiantoro juga menambahkan, bahwa pihaknya memberikan label Bapak Olahraga Santri Nasional kepada Imam Nahrawi. Unisba pun tetap menjunjung tinggi nilai Islami dan kearifan lokal agar tetap menjadi salah satu universitas yang unggul di Indonesia. (sry)