OCA Kembali Ingatkan Indonesia Soal Persiapan Asian Games

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Rabu, 13/12/2017 16:42 WIB
Pihak OCA diwakili Wakil Presiden Kehormatan OCA, Wei Jizhong, kembali mengingatkan INASGOC soal persiapan Asian Games 2018. Wakil Ketua Kehormatan OCA, Wei Jizhong, kembali mengingatkan INASGOC soal persiapan Asian Games 2018. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komite Olimpiade Internasional (OCA) menegur Indonesia untuk tidak lagi mendiskusikan hal-hal yang sudah lampau terkait persiapan Asian Games 2018.

OCA bersama Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) dan perwakilan negara-negara peserta Asian Games 2018 menggelar pertemuan dalam acara Chef de Mission Seminar Asian Games 2018 di Hotel Mulia Senayan pada Rabu (13/12).

Wakil Presiden Kehormatan OCA, Wei Jizhong, mengatakan pertemuan ini sangat penting untuk bersama-sama melangkah dan menyelesaikan segala rencana yang sudah disusun sebelumnya.


“Persiapan INASGOC selama ini telah tertunda. Jadi saya katakan kepada mereka [INASGOC dan negara-negara peserta Asian Gamea 2018] bahwa kita sudahi tahap perencanaan atau persiapan, dan mulai menuju tahap pengimplementasian."

"Indonesia sudah menghabiskan waktu selama dua tahun untuk tahap perencanaan dan persiapan, kemudian perubahan mulai terjadi,” kata Wei Jizhong kepada para awak media dalam jeda istirahat pertemuan itu.
OCA Kembali Ingatkan INASGOC Soal Persiapan Asian Games 2018Wakil Ketua Kehormatan OCA, Wei Jizhong hadir dalam pertemuan CdM Asian Games 2018. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Jizhong mengatakan bahwa dirinya mewakili OCA bisa buat keputusan apapun dalam pertemuan itu dan tidak boleh ada lagi perubahan di masa mendatang. Ia ingin agar semua yang hadir mulai mengimplementasikan perencanaan yang telah dibuat selama ini.

“Jadi hari ini kami mendiskusikan subjek per subjek, akomodasi, buat keputusan, dan mulai besok diimplementasikan. Tidak ada lagi diskusi,” katanya tegas.

Lebih lanjut, Jizhong merasa cukup senang dengan konstruksi dan renovasi venue-venue yang ada si Jakarta. Ia mengaku sudah mengecek seluruh venue di Jakarta yang akan digunakan tahun depan untuk Asian Games 2018.

“Jakarta cukup baik, besok (Kamis) saya cek yang di Palembang. Saya katakan kepada mereka [INASGOC], jangan terburu-buru dan hasilkan kualitas yang bagus. Kami butuh kualitas yang bagus. Besok saya akan ke Palembang bersama arsiteknya,” ucap Jizhong.

Sementara itu Sekjen Dewan Olimpiade Nasional Singapura, Chris Chan, mengaku baru pertama kali mendapat informasi terkait Asian Games 2018 di pertemuan tersebut. Ia memahami kondisi saat ini bahwa di pertemuan itu pihak penyelenggara dan OCA masih berdiskusi untuk menentukan jumlah cabang olahraga.

“Hari ini pertama kalinya para CdM berada di Indonesia. Beberapa ada yang kaget dengan kondisi di Indonesia dan menanyakan beberapa hal. Pertemuan ini sesuai ekspektasi saya, dan saya pikir kami dapat bekerja sama dengan baik,” ujar Chan kepada CNNIndonesia.com.

“Saya tahu ekspektasi saya akan seperti apa di Asian Games nanti, karena saya berkaca dengan SEA Games di Indonesia pada 2011. Saya tahu akan ada masalah pada kemacetan, komunikasi, karena orang-orang ada yang sebagian di Palembang dan Jakarta serta daerah sekitarnya seperti Bandung. Jadi ini cukup menantang tapi saya yakin Jakarta dan Palembang akan menggelar pertandingan yang baik,” ujarnya menambahkan.
OCA Kembali Ingatkan INASGOC Soal Persiapan Asian Games 2018OCA menilai persiapan Asian Games 2018 mulai sesuai harapan mereka. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Sejujurnya, lanjut Chan, tidak ada yang membuat dia khawatir terkait penyelenggaraan Asian Games 2018 di Indonesia. Namun, ia mengabarkan ada beberapa koleganya dari negara lain yang mengalami sedikit kendala karena terkena macet ketika pertama kali tiba di Jakarta.

“Maka dari itu kami mengecek kondisi tempat penyelenggaraan sebelum kami bekerja di sini tahun depan. Bahkan ketika di Malaysia pun jika Anda pergi di waktu yang salah seperti hari Jumat siang, Anda akan terkena masalah. Jadi kami harus memahami negara dan penduduk serta kebudayaan di Indonesia,” tutur dia.

Ketua INASGOC, Erick Thohir memaklumi segala masukan yang ia dapat dalam pertemuan tersebut. Sejumlah CdM, katanya, menanyakan hal-hal terkait ID Card, transportasi Jakarta ke Palembang, kampung atlet ke venue, ketersediaan laundry di kampung atlet, makanan, dan lain sebagainya.

“Semua ditanyakan. Jadi itu yang kami sediakan kepada mereka, pelayanan yang terbaik untuk mereka. Tentu ada juga pertanyaan mengenai jumlah cabang olahraga itu ada 40 dengan nomor pertandingan sebanyak 462, dan semua sudah ada di buku dan software USB berisi informasi Asian Games 2018 yang dibagikan kepada para CdM,” pungkas Erick.

“Saya rasa karena ini [pertemuan] CdM pertama, baru kami berikan informasi awal. Nanti kan ada yang kedua, baru mungkin kami tahu keluhannya seperti apa lagi. Jadi hari ini hanya lebih banyak penyampaian informasi,” pungkasnya lagi. (bac/jun)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK