Pelatih: Kevin/Marcus Tak Boleh Sombong

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Senin, 18/12/2017 10:38 WIB
Pelatih: Kevin/Marcus Tak Boleh Sombong Aryono Miranat berharap Kevin/Marcus tetap konsisten di 2018. (Dok. PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asisten pelatih ganda putra bulutangkis Indonesia, Aryono Miranat, mengingatkan Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon untuk tetap rendah hati pada seri kompetisi tahun depan.

Kevin/Marcus berhasil tampil dominan dalam rangkaian seri turnamen tahun ini. Kevin/Marcus sukses menyabet tujuh gelar, tampil di sembilan final dari total 11 turnamen yang mereka ikuti.

Terakhir, Kevin/Marcus merebut gelar BWF Super Series Finals 2017 dengan mengalahkan Liu Cheng/Zhang Nan pada laga final di Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (17/12).


Setelah mencatat sukses di tahun 2017, Kevin/Marcus diharapkan Aryono bisa tampil konsisten pada kompetisi tahun depan.
Kevin/Marcus merebut gelar ketujuh tahun ini setelah menjadi juara di BWF Super Series Finals 2017.Kevin/Marcus merebut gelar ketujuh tahun ini setelah menjadi juara di BWF Super Series Finals 2017. (AFP PHOTO / GIUSEPPE CACACE)
"Tahun depan Kevin/Marcus harus konsisten. Percaya diri boleh, namun harus tetap rendah hati," ucap Aryono dalam rilis PBSI.

Aryono mengakui Kevin/Marcus telah menunjukkan penampilan yang konsisten sepanjang 2017. Salah satu rahasia kehebatan Kevin/Marcus menurut Aryono adalah mental bertanding yang dimiliki oleh 'Minions'.
Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon berhasil merebut tujuh titel juara pada seri turnamen super series/premier tahun ini.Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon berhasil merebut tujuh titel juara pada seri turnamen super series/premier tahun ini. (Dok. PBSI)
"Kevin/Marcus punya mental bertanding yang selalu tak mau kalah. Mereka selalu berjuang di lapangan."

"Setelah di penyisihan kalah, mereka bisa perbaiki di babak semifinal dan kembali percaya diri," tutur Aryono.

Keberhasilan balas dendam atas Takeshi Kamura/Keigo Sonoda di babak grup BWF Super Series Finals 2017, dianggap Aryono yang akhirnya membuat Kevin/Marcus bisa tampil penuh percaya diri di babak final.

"Setelah melihat cara main di gim pertama, saya jadi lebih tenang. Kami sudah mengevaluasi kekalahan dari Liu/Zhang (di Denmark) dan kami sudah mendiskusikan (strategi) sebelum masuk lapangan. Ternyata, di lapangan Kevin/Marcus tampil luar biasa," ucap Aryono. (har)